Kawaltuntas.id – Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo belum memberikan tanggapan terkait dugaan rekomendasi pembelian BBM subsidi yang dipersoalkan masyarakat di Kecamatan Mananggu.
Media kawaltuntas.id telah meminta konfirmasi kepada Kepala Bidang terkait melalui aplikasi WhatsApp, Sabtu (12/9/2026). Namun, hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapat respons.
Persoalan dugaan rekomendasi BBM subsidi sebelumnya mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kabupaten Boalemo, Rabu, 9 September 2026.
Dalam forum tersebut, masyarakat mempertanyakan proses penerbitan sejumlah rekomendasi BBM subsidi yang dikeluarkan Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo.
Masyarakat Mananggu, Muhammad Ridwan, menyayangkan ketidakhadiran pihak Dinas Pertanian dalam RDP. Menurutnya, kehadiran dinas diperlukan untuk memberikan penjelasan atas persoalan yang disampaikan masyarakat.
“Ini sangat disesalkan bagi kami selaku masyarakat Kecamatan Mananggu. Kami meminta kejelasan dari pihak dinas terkait rekomendasi yang sudah dikeluarkan sampai dengan sekarang,” kata Ridwan usai mengikuti RDP.
Ridwan mengaku menemukan sejumlah rekomendasi yang menurutnya belum jelas proses penerbitan dan penggunaannya di lapangan. Ia menyebut beberapa rekomendasi tersebut sebagai “rekomendasi siluman”.
“Ada beberapa rekomendasi yang kami anggap sebagai rekomendasi siluman. Contohnya, orang Tilamuta sudah mendapatkan rekomendasi ke pihak PT Kamina SPBU Mananggu. Itu yang menjadi penyesalan kami,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan penerbitan rekomendasi yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ridwan mengatakan masyarakat telah menyampaikan data dan bukti terkait persoalan tersebut dalam RDP.
“Beberapa bukti tadi sudah diperlihatkan. Karena itu, kami berharap pihak dinas hadir dan memberikan penjelasan terkait data yang sudah kami sampaikan,” katanya.
Ridwan menegaskan, persoalan yang disampaikan masyarakat bukan terkait antrean di SPBU. Menurutnya, yang menjadi perhatian adalah kejelasan proses penerbitan serta penggunaan rekomendasi BBM subsidi.
“Kalau masalah antrean, kita tidak ada masalah. Itu saja,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, media Kawaltuntas.id masih terus berupaya mendapatkan klarifikasi dari pihak Dinas terkait dugaan tersebut. (**)














