Pemda Boalemo

Jadi Buah Bibir Warga, Proyek Jembatan di Dulupi – Boalemo Lanjut Rp 200 Juta

×

Jadi Buah Bibir Warga, Proyek Jembatan di Dulupi – Boalemo Lanjut Rp 200 Juta

Sebarkan artikel ini
Pondasi Jembatan gantung di Dusun Labiya, Desa Dulupi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo. (Dok. Istimewa)

Kawaltuntas.id – Sempat jadi buah bibir (perbincangan) warga lantaran pekerjaan terhenti. Proyek jembatan gantung di Dusun Labiya, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, bakal dilanjutkan oleh Dinas PUPR Boalemo.

Plt (Pelaksana Tugas) Kadis PUPR Boalemo, Roni Taningo memastikan, pembangunan fasilitas umum itu, akan tuntas dikerjakan tahun ini. Dana yang disiapkan kata dia, sekitar Rp 200 juta.

“Benar proyek tersebut dilaksanakan oleh Bidang Bina Marga Dinas PUPR Boalemo, menggunakan APBD Boalemo 2021, dengan Pagu yang tersedia pada saat itu sejumlah Rp 173.800.000,” kata Roni Taningo, Jumat, (09/06/2023).

Namun menurutnya, anggaran yang disiapkan saat itu hanya cukup untuk pekerjaan bagian bawah jembatan saja. Sehingga tahun ini akan dianggarkan lagi untuk pengerjaan lanjutan bagian atas, sling dan pula lantai jembatan.

“Kami mohon maaf. Lanjutan pekerjaan ini sebenarnya sudah direncanakan akan diselesaikan dengan APBD 2022. Tapi karena keterbatasan anggaran, baru bisa dianggarkan tahun ini. Insha Allah Rp 200 itu sudah cukup. Jadi PL, bukan tender,” kata Plt Kadis PUPR Boalemo.

Sebelumnya pembangunan jembatan tersebut membuat warga bertanya-tanya. Bagaimana tidak, sudah berbulan-bulan aktivitas pengerjaan terhenti. Tidak lain yang diharapkan, agar proyek itu segera selesai.

Informasi dihimpun, sejak 2019 jembatan ini kerap diaspirasikan ke Anggota DPRD yang Reses di Dusun Labiya. Mengingat akses penghubung 2 Desa tersebut, sangat dibutuhkan guna menunjang aktivitas warga, termasuk para guru dan anak Sekolah di sana.

Alhasil pada 2021, diwujudkan oleh Dinas PUPR Boalemo menggunakan APBD Boalemo sekitar Rp 173 juta.

Adapun Kontraktor yang mengerjakan saat itu, ditunjuk langsung. Sesuai penyampaian Plt Kadis PUPR, untuk berikutnya 2023 dengan anggaran Rp 200 juta yang disiapkan, pihak ketiga masih tetap ditunjuk langsung.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *