Kawaltuntas.id – Wakil Bupati Boalemo Lahmuddin Hambali, merespon cepat berbagai keluhan masyarakat penambang asal Paguyaman yang perundingannya sempat memanas dan alot di Kantor DPM-PTSP Boalemo baru-baru ini antara Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) dan lintas dinas teknis, Rabu, (30/07/2025).
Di hadapan para pengurus DPC APRI Boalemo pasca pertemuan, orang nomor dua di Boalemo ini berjanji akan menggelar dialog pada tingkat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai tindak lanjut.
“Insya Allah kita sama-sama menunggu Pak Bupati balik dari Jakarta, dan segera bikin agenda Forkopimda yang rencananya bertempat di Kodim,” ungkap Lahmuddin Hambali di Kantor Bappeda pasca pertemuan di PTSP.
Dalam pertemuan singkat yang juga dihadiri oleh jajaran BUMD Boalemo dan Kadis PTSP tersebut, Wabup Lahmuddin juga sempat menyentil histori aktivitas tambang rakyat di Paguyaman yang memang sangat berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat kala itu.
“Pemda juga pastinya akan mengurus, buktinya Pak Bupati di Jakarta sekarang itu ikut Linsek guna memaksimalkan RTRW yang menjadi acuan Pemda, termasuk mengenai wilayah tambang di atur dalamnya,” bebernya.
Seketika pernyataan oleh Wakil Kepala Daerah Boalemo ini merubah suasana hati pengurus APRI dan perwakilan penambang yang sempat memanas menjadi adem dalam forum diskusi.
Ketua DPC APRI Boalemo, Abdul Majid Rahman, mengapresiasi sikap dan keberpihakan yang ditunjukkan oleh Wakil Bupati Boalemo terhadap penambang tersebut.
“Mewakili teman-teman pengurus APRI dan khususnya penambang yang sedang berjuang, tentu mengapresiasi respon positif Pemda yang disampaikan oleh Pak Wabup Lahmuddin Hambali,” ucap Majid.
Majid menegaskan, APRI siap menjembatani kepentingan para penambang dan siap berkolaborasi dengan Pemda Boalemo soal pertambangan rakyat yang diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan PAD.
“Karena kami tidak sedang berbicara kepentingan organisasi, melainkan kepentingan penambang itu sendiri dan daerah sampai mendapatkan legalitas. Sehingga aman, ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pungkasnya. (***)














