BoalemoDPRD Boalemo

Legislator Boalemo Tanggapi Dingin Protes Mahasiswa Soal Bantuan Benih

×

Legislator Boalemo Tanggapi Dingin Protes Mahasiswa Soal Bantuan Benih

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Boalemo, Jimadin Hasan. (Dok. Istimewa)

Kawaltuntas.id – Anggota DPRD Boalemo, Jimadin Hasan, menanggapi dingin aksi protes seorang mahasiswa yang disampaikan melalui salah satu media online. Yang mana, seolah-olah dirinya dalang pencoretan 20 nama petani, calon penerima bantuan benih jagung 2023 beberapa waktu lalu, di Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo.

Dikatakan Jimadin, penyaluran bibit yang dilaksanakan sekitar 2 bulan lalu oleh Dinas Pertanian Boalemo tersebut, berdasarkan SK (Surat Keputusan) Bupati Boalemo. Di satu sisi lagi, CPCL (Calon Petani Calon Lahan), mendapat asistensi langsung dari pihak teknis.

“Jadi, perlu diluruskan informasi miring beredar di salah satu media online itu. Sebab, penyaluran sudah sesuai dengan SK Bupati. Benar, saya kawal hingga penyaluran,” kata Jimadin melontarkan klarifikasinya, Sabtu, (10/06/2023).

Sebagai perwakilan rakyat kata kader Nasdem tersebut, adalah kewajiban dia mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Hal ini diatur dalam regulasi Pokir (Pokok Pikiran). Apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Namun perlu diketahui, bahwa semua kebijakan Daerah disesuaikan dengan kondisi APBD. Jujur, saya ingin semua petani kita ini dapat bantuan. Tapi apa boleh buat, mengingat stok yang disiapkan tak berbanding lurus dengan jumlah petani, maka saya harap yang belum dapat, bersabar. Pastinya akan ada giliran selanjutnya,” kata dia.

“Yang belum dapat tahun kemarin, Alhamdulilah tahun ini sudah dapat. Kan harus bergiliran. Karena kuota bibit tidak cukup. Insyaallah di tahun depan tetap diperjuangkan lagi. Mohon dukungan dan doa semuanya, agar yang belum dapat bisa terakomodir,” harapnya.

Legislator Dapil Paguyaman-Paguyaman Pantai ini menambahkan, bibit yang disalurkan 2 bulan lalu, merupakan bibit unggulan varietas NK 212. Jumlahnya sekitar 12 ribu ton. Angka ini menurut dia, besar ketimbang Kecamatan lain. Sehingga patut disyukuri bersama.

“Yang terpenting itu saya tidak diam di DPRD Boalemo. Saya memperjuangkan aspirasi masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan. Bantuan ini diberikan ke masyarakat yang membutuhkan, demi mengangkat ekonomi yang terpuruk akibat pandemi Covid-19 kemarin. Diutamakan juga yang masuk KK miskin, itu diprioritaskan sebagaimana program pemerintah pusat terkait penanganan kemiskinan ekstrim yang dalam teknisnya terdapat desil 1, desil 2 dan desil 3,” jelasnya.

“Saya juga tidak pernah meminta benih dari petani untuk kepentingan diri saya, sebutir pun tidak ada. Jika ada hal-hal yang kurang di hati masyarakat, silahkan datangi saya. Penyaluran kemarin kan disaksikan oleh semua unsur. Di sana ada Pemerintah Daerah, Kecamatan, Desa, dan TNI-Polri. Saya kira tidak ada hal yang menyimpang,” tegas Jimadin.

Meski begitu, Ketua FKNP (Fraksi Koalisi Nasdem Perindo) DPRD Boalemo ini, menyampaikan terima kasih atas kritikan yang dilayangkan kepadanya. Ini menurutnya, bukti bahwa mahasiswa juga peduli terhadap nasib petani.

“Tapi ke depan, saya harap mahasiswa terkait bisa sama-sama mengawal penyaluran bibit, agar tidak ada tudingan miring seperti saat ini. Begitu pun pemberitaan, sebaiknya dikonfirmasi, agar berimbang dan tidak membias di tengah masyarakat. Sebab sekarang ini memasuki tahun politik. Marilah kita menjaga keamanan dan stabilitas Daerah,” pintanya.

Sebelumnya mantan Polisi yang kini jadi Politisi ini mengaku heran, kenapa tidak sejak awal kritikan tersebut disampaikan kepadanya. Anehnya, kritikan baru muncul setelah 2 bulan lamanya bibit tersalurkan kepada masyarakat.

“Yang saya heran lagi, statemen salah satu mahasiswa di media ini, dibagikan terus oleh oknum Panwas Kecamatan. Sebagai politisi, tentu saya bisa timbul analisa lain. Tapi intinya, kita punya cara masing-masing berbuat untuk kebaikan dengan tetap memperhatikan aturan dan norma-norma kehidupan,” kuncinya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *