Peristiwa

Bajir Gorontalo Rendam 6 Kecamatan, Warga Terpaksa Mengungsi

×

Bajir Gorontalo Rendam 6 Kecamatan, Warga Terpaksa Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Tangkapan layar rekaman banjir yang melanda Kota Gorontalo. Nampak warga mencari tempat aman. (Foto : Istimewa)

Kawaltuntas.id – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Gorontalo dan sekitarnya selama beberapa saat, menjadi pemicu meluapnya Sungai Bone, Sungai Bolango, dan pula Danau Limboto, hingga menyebabkan banjir.

Informasi dihimpun, ada tiga titik terparah. Yakni di Kecamatan Dumbo Raya dan Kota Barat. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Sementara tiga Kecamatan lainnya yang juga terdampak, tak begitu parah.

“Curah hujan tinggi yang menyebabkan meluapnya Sungai Bone dan Bolango, ditambah aliran sungai dari Danau Limboto. Seluruhnya bertemu di Kota Gorontalo. Sehingga terjadinya banjir,” kata Kepala BPBD Kota Gorontalo, Mahmud Baderan.

Atas peristiwa ini kata dia, warga terpaksa mengungsi dan Pemerintah Kota Gorontalo sendiri telah menyiapkan sejumlah tempat aman, seperti di Kantor Wali Kota, Aula Rumah Dinas Wali Kota, dan Audotorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Tempat lainnya di SMK Negeri 1 dan SMA 3 Kota Gorontalo, serta Gedung Nasional Kota Gorontalo.

“Kami mengimbau masyarakat yang terdampak agar dapat mengungsi ke tempat aman atau di tempat pengungsian yang telah disiapkan maupun dapat mengungsi ke rumah keluarga yang tidak terdampak,” katanya.

Mahmud menyebut, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan untuk bekerja sama membangun dapur umum, serta menyiapkan makanan siap saji bagi warga terdampak.

Mahmud menjelaskan, hujan deras mengguyur Kota Gorontalo sejak 23 Juni 2024. Kemudian banjir lagi pada 27 Juni, hingga berulang pada 3 dan 4 Juli.

Data sementara menunjukkan warga jadi korban banjir tercatat 2.316 kepala keluarga atau 7.888 jiwa.

Setidaknya 2.026 unit rumah yang terdampak banjir luapan Sungai Moloupo dan Danau Limboto di Kabupaten Gorontalo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin Pango merinci, di Kecamatan Tilango banjir melanda desa Tabumela dan Tualango. Korban banjir di Desa Tabumela sebanyak 216 KK atau 919 jiwa dan 211 rumah.

Lalu di Desa Tualango, 231 KK atau 768 jiwa dan 225 rumah terendam banjir. Di Kecamatan Telaga Jaya, banjir merendam desa Buhu dan Hutadaa.

Di desa Buhu kata dia, 134 kepala keluarga atau 444 Jiwa dan 128 unit rumah terdampak. Sementara di Desa Hutadaa 338 kepala keluarga atau 1197 jiwa dan 329 unit rumah terdampak.

“Di Kecamatan Limboto, di Kelurahan Tenilo 276 kepala keluarga atau 908 jiwa dan 270 unit rumah, di Kelurahan Bolihuangga sebanyak 109 kepala keluarga atau 302 jiwa dan 103 unit rumah, di Kelurahan Kayubulan 415 kepala keluarga atau 1245 jiwa dan 231 unit rumah, di Kelurahan Hunggaluwa 56 kepala keluarga atau 225 jiwa dan 52 unit rumah, di Kelurahan Hutuo 18 kepala keluarga atau 50 jiwa dan 15 unit rumah,” urainya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *