Kawaltuntas.id – Bambu petung (Dendrocalamus asper) semakin naik pamor di Boalemo. Dengan batang besar, kuat, sekaligus serbaguna, tanaman ini kini dilirik sebagai alternatif bahan konstruksi ramah lingkungan sekaligus sumber ekonomi kreatif.
“Bambu petung sangat potensial. Batangnya bisa dijadikan bahan bangunan, rebungnya pun bisa dimanfaatkan sebagai pangan. Hampir semua bagian berguna,” kata Bupati Boalemo, Rum Pagau, saat mendampingi anggota DPR-RI dari Partai NasDem, Rachmat Gobel, meninjau lahan penanaman bambu di Desa Huwongo, Kecamatan Paguyaman, Sabtu, 6 September.
Berbeda dengan kayu hutan yang memerlukan puluhan tahun sebelum siap tebang, bambu petung hanya butuh 3–5 tahun untuk dipanen. Ia bisa tumbuh di hampir semua jenis tanah. Itulah mengapa Rum menilai bambu petung lebih berkelanjutan.
Di sektor konstruksi, bambu ini sudah sering dipakai untuk rangka rumah, gazebo, hingga bangunan artistik berkonsep eco building. Selain kuat, kelenturannya membuat bangunan lebih tahan guncangan gempa.
“Kita bisa ambil contoh, sebuah villa disini seluruh tiang besinya diganti dengan bambu petung. Alhamdulillah, kokoh berdiri,” ujar Rum.
Bambu petung juga membuka peluang di sektor ekonomi kreatif. Dari furnitur, anyaman, hingga dekorasi rumah, produk-produk berbasis bambu kini digandrungi seiring tren back to nature. Pemerintah daerah, kata Rum, menjadikan potensi ini sebagai jalan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sembari menjaga kelestarian lingkungan.

Rachmat Gobel menyambut langkah itu. Baginya, pemimpin daerah harus berani berinovasi dengan tidak bergantung pada satu komoditas. “Menanam bambu memang butuh waktu, tapi nilai ekonominya besar dan menjanjikan kesejahteraan jangka panjang,” ujarnya.
Menurut Rachmat, Rum Pagau bukan hanya seorang birokrat, melainkan biropreneur-birokrat dengan jiwa wirausaha. “Kalau kepala daerah tidak punya semangat entrepreneurship, sulit mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Dengan kekuatan, kelenturan, dan nilai ekonominya, bambu petung dipandang bukan sekadar tanaman, melainkan aset strategis yang bisa menjadi “emas hijau” Boalemo di masa depan. (KT_02)














