Peristiwa

Cuaca Ekstrim di Paguyaman Pantai

×

Cuaca Ekstrim di Paguyaman Pantai

Sebarkan artikel ini
Salah satu titik rawan longsor di Wilayah Paguyaman Pantai, Boalemo. (Dok. Istimewa)

Penulis : Sri Iis Arapa / Mardia Bin Smith, Mahasiswa UNG (Universitas Negeri Gorontalo), Jurusan Bimbingan dan Konseling

 

Fenomena alam yang tidak begitu normal dan ditandai oleh kondisi curah hujan, kecepatan angin dan suhu udara tidak seimbang, dapat mengakibatkan bencana alam, salah satunya longsor. Nah, bicara longsor ini, Paguyaman Pantai, salah satu Kecamatan di Kabupaten Boalemo, menjadi langganan bencana alam ini.

Bagaimana tidak, letak geografis Paguyaman Pantai berada di Wilayah perbukitan – gunung, yang tak jarang di Wilayah seperti ini sering terjadi longsor. Benar saja, sebagian titik jalan yang menghubungkan Kecamatan Paguyaman dan Kecamatan Paguyaman Pantai, mengalami longsor hampir setiap pekan terhitung sejak 17 Januari 2023 hingga sekarang.

Ketika hujan lebat dengan waktu yang lama melanda wilayah Paguyaman Pantai, besar kemungkinan Wilayah ini mengalami longsor. Mengapa demikian? Karena tanah yang berada di pinggiran jalan itu tidak ditanami pepohonan dan ditambah lagi hujan lebat.

Sebenarnya, hujan lebat tidak begitu berpengaruh terhadap hadirnya longsor. Tapi ketika tanah itu gundul dan tidak lagi tumbuh pepohonan, maka ketika hujan lebat tanahnya tidak akan mampu menampung air. Karena air hujan yang turun ke bumi masuk ke dalam tanah akan diserap oleh tumbuhan.

Sepanjang jalan tersebut ada sekitar delapan titik longsor yang menyebabkan mobilitas masyarakat selalu tersendat, dan begitu meresahkan bagi pengendara roda dua dan roda empat.

Penulis merasa bahwa hal ini perlu menjadi sebuah bahan belajar, bahwa ketika Wilayah itu berada di perbukitan dan tanahnya gundul kemudian tidak ada tumbuhan (pepohonan) yang hidup, serta ditandai adanya curah hujan yang lebat, maka bisa dipastikan berpotensi longsor.

Karena itu, seluruh elemen harus bekerja sama dalam rangka mengatasi hadirnya cuaca ekstrim ini. Misalnya dari unsur Pemerintah, upaya yang harus dilalukan oleh Pemerintah adalah bagaimana mengedukasi masyarakat yang memiliki lahan pertanian di pinggiran jalan tersebut, untuk menanam pepohanan dan menjaga jarak lahan dari jalan itu demi menjaga agar tidak terjadi longsor.

Cuaca ekstrim seperti ini pada kenyataanya tidak bisa kita hindari. Namun kita mesti melakukan ikhtiar bagaimana membendung datangnya cuaca ekstrim ini dengan mengandalkan pengetahuan tentang gejala-gejala longsor.

Hasna Majid, salah satu tokoh pendidik di Wilayah ini, membenarkan peristiwa longsor berulang kali melanda di jalan yang menghubungkan Kecamatan Paguyaman Pantai dengan Kecamatan Paguyaman. Ini kata dia, meresahkan. Karena kerap menghambat aktivitas pengendara mobil maupun motor. Ia pun menyarankan, agar longsor tidak lagi melanda Wilayah tersebut, maka perlu untuk melakukan reboisasi.

“Pemerintah harus mengagendakan kegiatan tanam bibit pohon di sekitar Wilayah rawan bencana longsor. Dengan begitu, diharapkan dapat memperkecil kemungkinan buruk,” kata Hasna Majid. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *