Kawaltuntas.id – Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, tak meragukan kemampuan wartawan. Menurutnya, bukan tidak mungkin pemimpin Boalemo mendatang adalah orang yang lahir dari diskusi wartawan.
“Tak menutup kemungkinan bahwa pemimpin ke depan itu dari wartawan, atau tercipta dari diskusi-diskusi para wartawan. Banyak bukti. Dan tidak bisa dipungkiri pula, bahwa kita butuh wartawan. Sebut seperti Pak Jokowi yang tidak luput dari adanya pemberitaan wartawan,” kata Eka usai Rapat Kerja Cabang Khusus PDIP, Jumat, (03/05/2024) di Tilamuta.
Ia sendiri mengaku sangat butuh dengan informasi-informasi terbaru yang kerap dikabarkan oleh wartawan. Dengan banyaknya informasi yang didapatkan dari wartawan kata Ketua DPC PDIP Boalemo ini, otomatis menjadi salah satu rujukan yang dibutuhkan dalam pemerintahan.
“Sebaliknya, wartawan juga tentu dapat memberitakan berbagai kebijakan pemerintah kepada masyarakat luas. Jadi, wartawan ini bisa disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Walau terkadang penghasilan tidak sesuai, tetap mengabarkan berita yang dibutuhkan oleh rakyat,” katanya.
Terkait Pilkada Boalemo 2024, Eka menerangkan tujuan Rapat Kerja Cabang Khusus yang digelar pihaknya, adalah guna menyiapkan penjaringan bakal calon yang diusulkan oleh Ranting PDIP maupun PAC PDIP masing-masing Wilayah di Boalemo.
“DPP memerintahkan kita jajaran kader PDIP, untuk membuka pendaftaran, dengan tetap melihat dan mencermati kondisi wilayah masing-masing untuk dilaporkan ke DPP,” terangnya.
“Melihat tokoh-tokoh potensial, tokoh masyarakat, atau misalnya mantan ASN dan pengusaha yang punya potensi, harus dilaporkan ke DPP. Nah, kita rapat kemarin, disepakati 11 Mei 2024 kita akan melaksanakan Rapat Kerja Cabang dirangkaikan dengan Halal Bihalal dengan mengundang ketua-ketua Parpol, tokoh masyarakat, yang punya niat maju sebagai calon Bupati Boalemo atau Wakil Bupati pada Pilkada 2024 mendatang,” sebutnya.
Dikatakannya, semua pihak memiliki kesempatan bisa mendaftar ke PDIP selama dia warga negara Indonesia. Namun, dengan tetap menempuh jalur dan mekanisme dalam PDIP itu sendiri.
“Kecuali orang Amerika, Arab, Cina, tentu tidak bisa mendaftar. Kecuali dia keturunan Arab yang sudah warga negara Indonesia, itu baru bisa, termasuk China,” kata Eka lagi dengan senyuman khasnya, seraya menambahkan bahwa pihaknya membutuhkan wartawan untuk mengabarkan hal ini kepada publik.
Terakhir, ia memastikan calon pemimpin yang bakal diusung oleh PDIP adalah figur yang benar-benar dapat diandalkan untuk membangun Daerah. Itulah alasan mengapa perlu dilakukan konsolidasi dan penjaringan. (***)














