Kawaltuntas.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Boalemo menjadwalkan pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) di tujuh wilayah mulai akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026. Agenda ini disebut sebagai tindak lanjut resmi dari petunjuk dan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Boalemo Bidang Perempuan, Silfana F. Saidi, SH, menjelaskan bahwa rangkaian Muscam tersebut memiliki dasar hukum yang jelas.
“Agenda Golkar ini sesuai dengan petunjuk pelaksanaan DPP Partai Golkar Nomor Juklat 02/DPP/Golkar/IV/2025 tanggal 29 Mei 2025 tentang penyelenggaraan musyawarah-musyawarah Partai Golkar di daerah,” ujarnya, Selasa, 20 Januari 2026.
Selain itu, kata Silfana, kegiatan tersebut juga merujuk pada Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor Skep-116/DPP/Golkar/X/2025 tanggal 6 Oktober 2025 tentang pengesahan komposisi dan personalia DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo periode 2025–2030, serta surat DPD Partai Golkar Kabupaten Boalemo Nomor 31/DPD-Golkar/BLM/XII/2025 tanggal 29 Desember 2025 mengenai permintaan usulan jadwal Muscam se-Kabupaten Boalemo.
Menurut rencana, Muscam akan dimulai dari Kecamatan Tilamuta pada 31 Januari 2026, disusul Paguyaman Pantai pada 1 Februari, Botumoito 6 Februari, Wonosari 7 Februari, Paguyaman 8 Februari, Mananggu 14 Februari, dan terakhir di Kecamatan Dulupi.
“Kita upayakan pelaksanaan Muscam ini selesai sebelum 18 Februari 2026, karena tanggal itu kita akan memasuki bulan suci Ramadan,” kata Silfana, yang juga menjabat sebagai ketua fraksi Golkar DPRD Boalemo.
Ia menjelaskan, Muscam merupakan forum permusyawaratan tertinggi partai di tingkat kecamatan. Forum ini berfungsi memilih kepemimpinan baru, mengevaluasi kinerja pengurus sebelumnya, serta merumuskan program kerja partai.
“Muscam juga menjadi ajang konsolidasi internal untuk memperkuat basis dan arah perjuangan partai di wilayah kecamatan,” ujarnya.
Terkait dinamika pencalonan, ketua fraksi Golkar DPRD Boalemo tersebut, menyebut sebagian besar ketua pengurus kecamatan (PK) periode berjalan kembali menyatakan keinginan maju. Namun, di sejumlah wilayah juga muncul kandidat baru sebagai penantang.
“Rata-rata ketua PK sekarang menyatakan sikap untuk maju, tetapi ada beberapa kecamatan yang memiliki kompetitor. Sehingganya di beberapa kecamatan akan ada keseruan dalam pemilihan,” tuturnya.

Ia menambahkan, mekanisme pemilihan tidak seluruhnya berlangsung melalui voting. Beberapa kecamatan berpotensi aklamasi, sementara wilayah lain akan melalui proses pemilihan terbuka.
“Ada beberapa titik yang aklamasi dan ada beberapa titik yang akan melewati proses pemilihan,” kata Silfana.
DPD II Golkar Boalemo berharap rangkaian Muscam ini mampu memperkuat konsolidasi organisasi menjelang agenda politik ke depan, sekaligus memastikan regenerasi kepemimpinan berjalan sesuai mekanisme partai. (KT_02)














