Kawaltuntas.id – Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, menilai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Boalemo sebagai momentum refleksi bagi seluruh pihak, terutama pemerintah daerah, untuk memperkuat keberpihakan terhadap rakyat di tengah keterbatasan anggaran.
“Boalemo hari ini sudah berusia 26 tahun. Kalau diibaratkan seorang gadis, maka ini usia yang sudah dewasa,” ujar Eka, seusai rapat paripurna HUT Boalemo ke-26, Senin, 13 Oktober 2025.
Menurut Eka, efisiensi anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri setelah terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2023, yang berdampak pada pemangkasan hampir Rp100 miliar dari APBD Boalemo.
“Meski anggaran kita terbatas, harapannya tetap sama: bagaimana anggaran yang minim ini benar-benar bisa dirasakan oleh rakyat Boalemo,” katanya.
Dalam peringatan tahun ini, DPRD Boalemo melakukan hal berbeda. Untuk pertama kalinya, masyarakat kurang mampu diundang hadir langsung ke ruang sidang paripurna, sesuatu yang biasanya hanya dilakukan di luar gedung dewan.
“Kami ingin mereka merasakan kebahagiaan yang sama di hari ulang tahun Boalemo. Supaya kita juga ikut merasakan apa yang mereka rasakan,” ujar Eka.
Selain menyoroti persoalan anggaran, Eka juga menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan, agar dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Tambang harus dikelola dengan baik, dan hasilnya harus berpihak kepada rakyat. Negara ini ada karena rakyat, tanpa rakyat tidak ada negara,” tegasnya.
Ia juga menyinggung Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Boalemo yang belum ada. RTRW disebutnya sebagai fondasi penting untuk memastikan arah investasi dan pengelolaan sumber daya alam tetap berpihak kepada masyarakat.
“Insya Allah RTRW ini segera ada, dan prinsipnya berpihak kepada rakyat,” ujarnya. (KT 02)














