Kawaltuntas.id – Seorang pria berusia sekitar 40 tahun, meninggal tenggelam saat berwisata di Pantai Indah Bolihutuo, Botumoito, Boalemo, pada Ahad, (29/10/2023).
Informasi dihimpun, korban bernama Kifli Kilo. Berasal dari Kecamatan Paguyaman. Sebelum tenggelam, ia sedang mandi di kawasan objek wisata yang dikelola oleh Pemda Boalemo itu bersama keluarganya.
Di tengah menikmati waktu inilah, tiba-tiba saja ban dalam mobil sewaan yang digunakan sebagai pelampung, hanyut terbawa arus.
Sempat korban naik ke darat menanyakan perihal barang itu sebelum kemudian memutuskan berenang dengan maksud mengambil ban dalam tersebut.
Nahas, saat sedang berenang menggapai ban itu, ia terhenti di pertengahan dan lalu tenggelam.
Orang sekitar baru menyadari ketika korban sudah mengapung. Dari mulut korban, sempat mengeluarkan busa diduga lantaran terminum air laut yang cukup banyak.
Kapolsek Botumoito, Ipda Maksensius Buluati, membenarkan kejadian itu. Dikonfirmasi pada Pukul 00.03 Wita dini hari, pihaknya masih mengumpulkan informasi.
“Iya benar ada orang meninggal tenggelam, saya sekarang berada di pesisir laut Bolihutuo mengumpulkan informasi detail terkait kejadian ini,” kata Ipda Maksensius melalui sambungan telpon ke Kawaltuntas.id.
Kapolsek menuturkan, sesuai informasi yang diterima pihaknya, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Mananggu. Maklum, jarak pusat layanan kesehatan ini kata dia, lebih dekat dari Bolihutuo ketimbang Puskesmas Botumoito.
“Kabar masuk begitu, saya baru dapat informasi sekira Pukul 20.00 Wita,” kata Kapolsek menambahkan.
Dikonfirmasi terpisah, Kadis Pariwisata Boalemo Fatlina Podungge, juga membenarkan peristiwa tersebut. Diduga kata Fatlina, korban memiliki penyakit bawaan.
“Yaaa. Umur 40 an. Mgkn ada penyakit bawaan karena org so dewasa bgt tdk mungkin tdk tau berenang. Ada bakalan dgn keluarga. 2 Oto. Org Paguyaman,” tulis Fatlina melalui Aplikasi WhatsApp saat dihubungi Kawaltuntas.id.
“Kejadian tadi sore. Sekitar jam stg 5. dp keluarga ada mandi sama sama kata. Sempat dibawa ke puskesmas mananggu,” kata Kadis Pariwisata. (***)














