Kawaltuntas.id – RSUD drg. Clara Gobel (RSCG) Kabupaten Boalemo menjadi pusat pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit secara gratis bagi masyarakat Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang berlangsung pada 5–8 November 2026 ini menargetkan 37 pasien dari berbagai kabupaten dan kota.
Program kemanusiaan tersebut terlaksana melalui kolaborasi Program Studi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB), Yayasan Sekar Lintas Nusantara, serta dukungan Smile Train.
Dipilihnya RSCG sebagai lokasi pelaksanaan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan tindakan operasi rekonstruksi dengan melibatkan dokter spesialis dan tenaga medis berpengalaman, tanpa harus menanggung biaya operasi.
Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran program bakti sosial ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan bibir sumbing dan kelainan langit-langit mulut.
“Alhamdulillah, Gorontalo mendapatkan kesempatan ini dan pelaksanaannya dipusatkan di Boalemo. Ini patut kita syukuri, karena masyarakat mendapatkan pelayanan operasi yang seluruh biayanya ditanggung secara gratis,” ungkap Rum Pagau, Jum’at, 6 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, tindakan medis tidak hanya mencakup perbaikan bibir, tetapi juga rekonstruksi langit-langit mulut hingga koreksi hidung sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Rum Pagau mengatakan, Pemerintah Kabupaten Boalemo mendukung pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan fasilitas rumah sakit dan berbagai kebutuhan penunjang agar pelayanan berjalan lancar.
Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum bagi RSCG untuk terus meningkatkan kesiapan fasilitas dan mutu pelayanan kesehatan, terutama dalam memberikan penanganan kepada pasien yang membutuhkan tindakan medis khusus.
“Kita harus memberikan pelayanan yang baik. Fasilitas yang mereka gunakan sekarang ini perlu kita benahi. Pemerintah daerah juga sementara melakukan pembenahan rumah sakit agar pelayanan kesehatan semakin baik,” tegasnya.
Dukungan pemerintah daerah juga diarahkan pada keberlanjutan pelayanan setelah pasien menjalani operasi.
Rum Pagau berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan sekitar enam bulan mendatang, terutama untuk pasien yang membutuhkan pemeriksaan, penyempurnaan hasil operasi, maupun tindakan lanjutan.
Pemkab Boalemo bahkan siap mengupayakan bantuan transportasi bagi pasien yang mengalami kesulitan biaya untuk kembali ke RSCG menjalani pemeriksaan dan kontrol.
“Kalau masyarakat tidak memiliki biaya untuk datang kembali, pemerintah daerah harus berupaya membantu. Jangan sampai mereka terkendala hanya karena persoalan transportasi, sementara pelayanan operasinya sudah diberikan secara gratis,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, RSCG tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan operasi gratis, tetapi juga bagian dari upaya memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gorontalo.
Kolaborasi dengan institusi pendidikan kedokteran, lembaga kemanusiaan, dan tenaga medis spesialis diharapkan dapat memperkuat pelayanan rumah sakit sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pasien. (**)














