Budaya

Ternyata, Gorontalo Lebih Dulu Merdeka 23 Januari 1942

×

Ternyata, Gorontalo Lebih Dulu Merdeka 23 Januari 1942

Sebarkan artikel ini
Monumen Nani Wartabone yang terletak di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo ini, dibangun pada Tahun 1987 oleh Wali Kota Gorontalo ke 5, Drs. A. Nadjamudin. Monumen ini dibangun untuk menghormati jasa Pahlawan Nasional sekaligus perintis kemerdekaan, Nani Wartabone. (Foto : Istimewa)

Kawaltuntas.id – Tahukah kamu, sebelum Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan 1945, Gorontalo sudah lebih dulu merdeka pada tanggal 23 Januari 1942. Boleh dikatakan, bahwa kemerdekaan Indonesia dimulai dari Gorontalo sejak 83 tahun lalu.

Hari ini, 23 Januari 2025, merupakan momentum orang-orang Gorontalo memperingati sejarah penting puncak perlawanan mengusir penjajah Belanda. Peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 ini diperingati setiap tahun.

Menurut Pemerintah Provinsi Gorontalo, tanggal 23 Januari 1942 merupakan catatan sejarah ketika masyarakat Gorontalo yang dipelopori oleh H. Nani Wartabone berjuang dan berhasil meraih kemerdekaan. Tepat dua tahun sebelum kemerdekaan Indonesia.

Saat itu, bendera merah putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Meski kala itu, Republik Indonesia sendiri masih merupakan mimpi, namun masyarakat Gorontalo telah menyatakan kemerdekaan dan menjadi bagian dari Indonesia.

Pada tahun 1944, wilayah Gorontalo mulai berdaulat dengan pemerintahan sendiri. Perjuangan patriotik ini menjadi tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia serta memberi imbas dan inspirasi bagi masyarakat di wilayah sekitar bahkan secara nasional.

Berkat peran serta jasa dalam berjuang meraih kemerdekaan Gorontalo, H. Nani Wartabone dikukuhkan oleh Pemerintah RI sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan. Tanggal 23 Januari 1942 lantas ditetapkan sebagai “Hari Kemerdekaan Gorontalo”.

Sejarah Berdirinya Provinsi Gorontalo

Terinspirasi oleh semangat Hari Patriotik 23 Januari 1942 inilah, pada tanggal yang sama di tahun 2000, masyarakat Gorontalo, melalui perwakilannya Dr. Ir. Nelson Pomalingo, MPd., bersama Natsir Mooduto selaku Ketua Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Gorontalo Tomini Raya (P4GTR) dan sejumlah aktivis, mendeklarasikan berdirinya Provinsi Gorontalo atas nama seluruh masyarakat Gorontalo.

Pemekaran ini memisahkan Gorontalo, yang terdiri dari Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo, dari Provinsi Sulawesi Utara. Sebelumnya, sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1964, kedua wilayah tersebut merupakan bagian dari administrasi Provinsi Sulawesi Utara. Dan tepat setahun kemudian, pada tanggal 16 Februari 2001, Tursandi Alwi dilantik sebagai Penjabat Gubernur Gorontalo.

Hari Patriotik 23 Januari 1942 atau Hari Proklamasi Gorontalo kini diperingati setiap tahun sebagai momen penting bagi masyarakat Gorontalo. Perayaan ini juga menjadi simbol semangat pembangunan yang didasari solidaritas untuk memajukan Gorontalo dan Indonesia secara keseluruhan.

Dikutip dari laman gorontaloprov.go.id, hari ini Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar upacara peringatan Hari Patriotik ke-83 bertempat di Halaman Rujab Gubernur, Kota Gorontalo, Kamis (23/01/2025). Upacara kali ini dipimpin oleh Pj. Gubernur Rudi Salahuddin.

Bertindak sebagai Perwira Upacara Mayor Infanteri Ekhsan Sobari jabatan sehari hari Pasi Log Kodim 1304/Gorontalo. Komandan Upacara dipimpin oleh Letkol Infanteri Manase Lomo jabatan Komandan Batalyon 713/Satyatama.

Peristiwa tanggal 23 januari 1942 menjadi potret nasionalisme dan patriotik yang sangat besar dari putra putri Gorontalo untuk bergabung dengan NKRI. Peristiwa tersebut membuat Gorontalo diingat sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam memberikan contoh bagi daerah-daerah lain dalam merebut kemerdekaan dan kebebasan dari penjajahan.

Tema hari patriotik kali ini yakni “Dengan Semangat Patriotisme Wujudkan Asta Cita untuk Gorontalo Maju” diharapkan dapat menjadi semangat baru bagi masyarakat Gorontalo untuk pantang menyerah, percaya kepada kemampuan sendiri, serta menjaga kesatuan dan persatuan. Pj Gubernur Rudy juga mengajak agar momentum ini memacu semangat dalam memerangi kemiskinan dan membangun Gorontalo.

“Peristiwa heroik dalam mengusir penjajah di bumi Gorontalo harus menjadi catatan sejarah yang harus kita lestarikan. Momentum 23 Januari tahun ini saya ingin mengobarkan kembali semangat juang pahlawan nasional Nani Wartabone untuk membangun Gorontalo yang kita cintai ini,” ungkap Pj Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin.

Selain pengibaran bendera merah putih dan hening cipta, upacara hari patriotik diisi dengan pembacaan Pancasila oleh Irup, pembacaan UUD 1945 oleh Chika Tri Wahyuni Hasan Purna Paskibraka Indonesia Provinsi Gorontalo, serta pembacaan Lintas Sejarah Patriotik oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Gorontalo Riyanto Ismail. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *