Kawaltuntas.id, GORONTALO – Menjelang Pemilu 2024, para aktivis kritis ditantang bisa mengisi kursi parlemen Boalemo. Bukan tanpa alasan, di tangan para aktivis inilah masih tersimpan harapan besar untuk membawa perubahan.
“Saya tantang para aktivis, terutama mereka yang kritis untuk duduk di kursi DPR, mengawal berbagai kebijakan yang berdampak positif bagi masyarakat,” kata warga Tilamuta, Kifli Adjami, Kamis, (20/4/2023).
Bagi dia, politikus yang mencalonkan diri dan terpilih, sudah hal biasa. Berbeda dengan aktivis yang tentunya menjadi obat penyemangat. Para aktivis kata Kifli, harus mengambil bagian berjuang lewat DPR untuk kemaslahatan orang banyak.
“Bukannya tidak percaya lagi dengan mereka yang duduk saat ini. Tapi menurut saya harus disegarkan lagi komposisi kursi di dalam. Walau pun tidak secara keseluruhan. Minimal ada wajah baru untuk sebagian kursi. Jangan itu-itu saja orangnya. Boleh saja apabila perubahan dirasakan. Tapi ini saya rasa Boalemo justru makin tertinggal dengan Daerah lain,” kata Kifli berpendapat.
Ia kemudian mengajak warga untuk sama-sama membantu tugas Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), dalam melakukan pengawasan. Sebab, jangan sampai ada praktik politik uang yang dapat merusak pilihan masyarakat.
“Pilihan ada ditangan masyarakat. Artinya, masyarakat yang menentukan siapa wakil rakyat ke depan. Oleh karena itu, mari kita cari yang benar-benar dapat diharapkan membawa kemajuan untuk Daerah yang kita cintai ini,” tandasnya.
Informasi dihimpun, di antara aktivis Boalemo yang dikenal cukup kritis terkait kebijakan pemerintah, yakni Nanang Syawal. Besar kemungkinan, Ia bakal maju jadi calon legislator Boalemo dari Parpol (Partai Politik) Perindo. (***)














