Kawaltuntas.id – Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Boalemo, melalui Dinas Pertanian, menggandeng PT Sarottama Dharma Kalpariksa, guna mendorong sektor pertanian Kabupaten Boalemo.
Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Boalemo, Roslina R. Karim mengatakan, hadirnya PT. Sarottama, akan membantu para petani, khususnya petani yang tak memperoleh bantuan.
“Kemarin saya bicara dengan Direktur PT Sarottama, Ibu Nunik Sri Martini. Mereka akan memberikan modal usaha ke petani total Rp 15 juta per hektar,” kata Roslina Karim, Senin, (12/06/2023).
Dijelaskannya, bantuan tersebut berupa penyediaan sarana dan prasarana produksi. Berupa benih jagung, benih kedelai, pupuk, herbisida, insektisida, dan biaya panen pada pasca panen.
“Jumlah sarana prasarana ini, sebesar Rp 12 juta, lalu ditambah lagi untuk biaya panen pasca panen sebesar Rp 3 juta. Jadi, total keseluruhan sebanyak Rp 15 juta,” kata Roslina menerangkan.
Adapun CPCL (Calon Petani Calon Lahan) yang dimasukan kata dia, yaitu CPCL jagung berupa pergiliran tanaman jagung dan kedelai, kemudian CPCL integrasi dengan tanaman kelapa.
Tidak itu saja, lanjut kata Srikandi nomor satu di Dinas Pertanian Boalemo ini, PT Sarottama juga akan membantu petani dengan alat panen untuk kedelai.
“Jadi, modal usaha tetap dikembalikan oleh petani. Tapi tanpa bunga. Ini sudah kami bicarakan, dan kami dari Dinas berharap ke pihak PT Sarottama, agar dapat melakukan sosialisasi kepada kelompok-kelompok tani,” ujarnya.
Hasil pertemuan dengan pihak PT Sarottama sendiri lanjutnya, dari 49 ribu sekian hektare lahan kering yang ada di Kabupaten Boalemo, PT Sarottama meminta 5 ribu hektare.
“Namun kami sampaikan, kita harus sosialisasi dulu ke petani. Karena tidak semua petani di Daerah mau, atau tahu melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman kedelai,” kata Roslina. (***)














