Kawaltuntas.id – Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo, mencatat kasus kekerasan seksual hingga sodomi Januari – Agustus 2023.
Kepala DPPKBP3A Yakop Musa mengatakan, pihaknya menangani 31 jenis kasus sepanjang 2023. Dari jumlah total itu, kasus kekerasan seksual masih terbilang banyak.
“Kekerasan seksual mendominasi, yakni 20 kasus saat ini. Lalu disusul penganiayaan 4 kasus, pelaku anak 3, KDRT 2, TPPO 1, dan Sodomi 1 kasus,” ungkap Yakop, Senin, (02/10/2023).
Bedasarkan data yang diperoleh selama 2 tahun terakhir ini lanjutnya, masih kasus kekerasan seksual yang mendominasi.
“Kekerasan seksual 2022 lalu, ada 30 kasus sesuai catatan kami. Sisanya KDRT terbanyak kedua,” kata Yakop.
Menurutnya, kasus-kasus tersebut akan berdampak buruk bagi kehidupan. Misalnya bagi perempuan. Pastinya akan mempengaruhi kehidupan rumah tangga, secara psikis menimbulkan depresi dan trauma berkepanjangan.
Apalagi bagi anak kata Yakop. Otomatis terganggu kehidupan masa kecilnya, juga menimbulkan goncangan jiwa, rendah diri, serta dalam jangka waktu yang panjang, anak dimaksud akan menjadi tempramental hingga gejala-gejala kejiwaan traumatik.
“Harapan kami ke depan tidak terjadi lagi KDRT serta Kekerasan pada anak. Mari membina rumah tangga dengan saling pengertian, memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing serta berusaha melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, memperkuat pondasi agama juga sangat penting dalam membina rumah tangga, agar berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Untuk anak, biarlah mereka tumbuh dalam dunianya. Kita sebagai orang tua hanya mengarahkan dan meluruskan jika ada hal-hal yang bengkok. Juga penting menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak,” kuncinya. (***)














