Kawaltuntas.id – Ketua DPRD Boalemo Karyawan Eka Putra Noho menyebut, politik itu seni yang pada hakikatnya pengabdian. Politik kata dia, bagaimana konsisten dengan aturan dan saling menghormati satu sama lain. Menurutnya, politik bukanlah alat untuk mencari popularitas dan kekuasaan semata.
“Jangan sampai kita salah memaknai politik,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Boalemo, saat menjadi narasumber pada sosialisasi pendidikan politik yang digelar oleh Kesbangpol Boalemo, Senin, (23/10/2023) di Wonosari.
Eka Putra mengimbau warga, agar tetap konsisten menjaga keutuhan NKRI. Boleh-boleh saja kata dia, masyarakat berbeda pilihan politik pada Pemilu 2024. Namun, bukan berarti pilihan masing-masing tersebut menjadi alasan untuk memutuskan tali silaturahmi.
“Setiap perhelatan, tentunya ada calon yang menang dan kalah. Ini dinamika yang sudah biasa. Tentu kita harus legowo dan mampu menerima ketika kalah. Begitu pun sebaliknya, harus merangkul saudara kita yang kalah disaat kemenangan berpihak kepada kita. Mengapa demikian? Agar kita tidak terpecah belah,” kata Eka.
Mengabdi kepada rakyat lanjutnya, harus menjadi prinsip dasar setiap orang. Sebab siapa pun dia, profesi apa saja dan dari golongan mana pun, dituntut tanggung jawab sosial dan bagaimana memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia.
Terakhir, Ketua DPRD Boalemo ini berpesan, agar masyarakat tidak meninggalkan nilai-nilai adat dan budaya. Ia berharap, makin kesini cara berpolitik orang-orang makin beretika dan beradab. Mengingat Indonesia Timur masih kental dengan hal itu.
“Semoga Pemilu mendatang berjalan lancar dan damai. Mari kita bantu Kesbangpol, kita bantu TNI-Polri dan Penyelenggara Pemilu menjalankan kewajibannya. Minimal kita tidak menjadi pelanggar aturan Pemilu mendatang,” kuncinya. (***)














