Kawaltuntas.id – Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Harijanto Mamangkey, mendorong pemerintah daerah memperkuat armada distribusi air bersih untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang yang menyebabkan penurunan debit sumber air dan mengganggu pelayanan PDAM di sejumlah kecamatan.
Harijanto menilai keterbatasan sarana distribusi perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Saat ini, PDAM Boalemo hanya mengandalkan satu unit mobil tangki yang kondisinya sudah tua untuk menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah.
Menurutnya, keterbatasan tersebut menyulitkan petugas menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan pasokan air, terutama ketika debit sumber air menurun akibat kemarau berkepanjangan.
“Pemerintah daerah perlu melihat persoalan ini secara serius. Dengan wilayah pelayanan yang mencakup beberapa kecamatan, tentu sangat berat jika PDAM hanya mengandalkan satu unit mobil tangki yang sudah tua. Kita membutuhkan langkah konkret agar masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih bisa segera mendapatkan bantuan,” ujar Harijanto dalam keterangannya, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia juga menyoroti kebutuhan air bersih di fasilitas pelayanan publik, khususnya rumah sakit. Pasokan air yang memadai, kata dia, sangat penting untuk menunjang pelayanan kesehatan dan memenuhi kebutuhan pasien.
Harijanto mencontohkan Rumah Sakit Iwan Bokings yang beberapa waktu lalu menerima bantuan distribusi air menggunakan mobil tangki dari pihak balai di tingkat provinsi karena mobil tangki PDAM sedang rusak.
“Rumah sakit membutuhkan air bersih untuk menunjang pelayanan kepada pasien. Ketika pasokan air terganggu, tentu harus ada langkah antisipasi agar pelayanan kesehatan tidak ikut terdampak. Kita mengapresiasi bantuan dari pihak balai provinsi, tetapi ke depan perlu ada sistem penanganan yang lebih siap dan berkelanjutan,” tegasnya.
Selain rumah sakit, legislator asal Daerah Pemilihan Dulupi-Wonosari itu, meminta pemerintah daerah bersama PDAM memetakan wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. Distribusi perlu diatur berdasarkan tingkat kebutuhan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Ia mendorong pemerintah daerah mempertimbangkan penambahan armada mobil tangki, baik melalui pengadaan maupun skema dukungan lainnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat pelayanan selama kemarau sekaligus mengantisipasi gangguan distribusi air bersih.
Harijanto juga menekankan perlunya perencanaan jangka panjang melalui evaluasi ketersediaan sumber air, jaringan distribusi, dan kesiapan sarana operasional PDAM dalam menghadapi musim kemarau.
“Kemarau memang tidak bisa kita kendalikan, tetapi kesiapan menghadapi dampaknya harus direncanakan. Jangan sampai rumah sakit dan masyarakat harus berulang kali menghadapi kesulitan air bersih karena keterbatasan sarana distribusi. Ini perlu menjadi perhatian dan prioritas pemerintah daerah,” tutupnya. (**)














