Kawaltuntas.id – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Huwata, Desa Tangga Barito, Kabupaten Boalemo, kembali beraktivitas setelah sempat berhenti beberapa pekan.
Informasi tersebut disampaikan seorang tokoh masyarakat Tangga Barito yang meminta identitasnya tidak di publikasikan namanya.
Ia mengatakan sedikitnya tiga alat berat kembali bekerja di kawasan Huwata.
“Alat di Huwata so mulai ba karja. Ada 3 alat samua,” katanya, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, aktivitas pertambangan tidak hanya terjadi di Huwata. Ia menyebut kegiatan serupa juga berlangsung di wilayah Dulamayo dan Sapa dengan jumlah alat berat yang disebut mencapai puluhan unit.
“Bukan cuma di Huwata, tapi di Dulamayo dan Sapa juga sudah puluhan alat yang beroperasi,” ujarnya.
Kembalinya aktivitas tersebut disebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Molliulo, Desa Tangga Barito.
Ia meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah cepat agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik.
Ia juga mengingatkan agar keresahan warga tidak dibiarkan berlarut-larut.
“Jangan sampai kami masyarakat Molliulo berbuat anarkis,” tegasnya.
Ia berharap aparat segera turun ke lokasi dan mengambil langkah sesuai ketentuan terhadap aktivitas PETI yang kembali beroperasi.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada aparat penegak hukum terkait kembali beroperasinya PETI di kawasan Huwata. (**)














