Kawaltuntas.id – Puluhan massa berunjuk rasa saat pelantikan Anggota DPRD Boalemo, Senin, (26/08/2024).
Termasuk yang mereka soroti Penjabat Bupati (Pj) Boalemo, Sherman Moridu yang kerap bepergian keluar Daerah.
Tak segan-segan, massa meneriaki Pj Bupati Boalemo tersebut sebagai Panglima Perdis (Perjalanan Dinas).
Massa kecewa, pasalnya di tengah-tengah banyaknya persoalan Daerah saat ini, Pj. Bupati malah kerap Perdis.
“Ada banyak tuntutan yang perlu didengar oleh Anggota DPRD baru dan juga oleh bapak Sherman Moridu,” ucap orator perwakilan massa pendemo.
Tak terkecuali perihal gaji aparat desa. Terinformasi tahun ini hanya 10 bulan yang akan dibayarkan oleh Pemda.
“Dan miris, sudah memasuki 4 bulan tidak dibayarkan,” teriak pendemo.
Jika alasan Daerah tak punya uang kata mereka, mengapa justru Pemda Boalemo tak menyerap Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak puluhan miliar.
Anggaran mereka maksud, yakni DAK di Dinas Pendidikan sekitar Rp 21,7 miliar. Lalu di Dinas Pariwisata Rp 1,9 miliar.
Terpantau di lokasi, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo terpilih, Wahyudin Moridu, juga ikut berorasi menyampaikan tuntutan massa pendemo.
“Sudah saya sampaikan sejak awal semenjak saya masih duduk sebagai anggota DPRD Boalemo, segera bayarkan hak-hak pemerintah Desa,” tegas Wahyu Moridu dalam orasinya.
Sayangnya, hingga detik ini Pj Bupati Boalemo belum membayar hak-hak atau gaji aparat Desa.
Lanjut Wahyu, bukan hanya aparat Desa. Tetapi tenaga honorer juga sampai dengan sekarang belum menerima apa yang menjadi haknya.
“Saya minta pimpinan sementara dan jajaran Anggota DPRD baru dilantik, untuk menerima massa aksi,” tegasnya. (***)














