Kawaltuntas.id – Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang sedang melaksanakan Kegiatan Kuliah Nyata (KKN) Tematik II 2024 di Desa Totopo, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, patut diacungkan jempol.
Bagaimana tidak, para mahasiswa di bawah binaan dosen pembimbing lapangan Taufiq Ismail Yusuf, ST., M.Si., Salmawaty Tansa, ST., M.Eng, dan Ade Irawaty Tolago, ST., MT ini, berhasil menciptakan program yang membantu para petani kelapa di Desa tersebut.
Mereka membuat wadah pengolahan kopra putih sebagai solusi untuk petani kelapa dalam, agar lebih ramah lingkungan tanpa menghilangkan kualitas kelapa dalam itu sendiri.
Koordinator desa (Kordes) KKN Desa Totopo, Abd Rahman Saidi mengatakan, pengolahan kopra putih perlu dilakukan. Sebab sebagian besar petani pengolah kopra saat ini, tak terkecuali di Desa Totopo, masih menggunakan teknik lama dengan cara pengasapan (Porono).
“Hasil penelitian produk kopra pada umumnya ini masih belum memenuhi kriteria. Karena menghasilkan kopra yang kurang higienis, tercemar asap, jamur dan kotoran lain yang berbahaya untuk kesehatan serta kandungan air tinggi (15%- 22%),” kata Kordes KKN Abd Rahman Saidi menerangkan.
Tak hanya itu saja. Kopra pada umumnya yang dihasilkan juga kata dia, akan berwarna coklat hingga coklat kehitaman. Kemudian mudah rusak karena serangan mikroorganisme.
“Tentunya dengan kondisi seperti itu akan mempengaruhi harga jual kopra. Oleh karena itu kami mencetuskan program ini yang Insya Allah dapat membantu para petani kopra di Desa Totopo,” harap Abd Rahman Saidi.
Sesuai tujuan KKN kata dia, yakni pengabdian kepada masyarakat. UNG berupaya mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan mengangkat tema utama, yaitu Momongu Kambungu yang artinya Membangun Kampung dengan memanfaatkan berbagai potensi sumber daya alam yang ada.
Abd Rahman menambahkan, indikator capaian Program KKN Tematik yang dicapai pihaknya, adalah menghasilkan produk kopra putih berkualitas lebih baik dibandingkan kopra hitam atau kopra asap yang sebelumnya dihasilkan dengan metode konvensional.
Pihaknya membangun greenhouse ukuran 2 x 4 meter untuk pengolahan kopra putih, atau rumah pengering yang terbuat dari plastik transparan (plastik ultra violet).
Kemudian peningkatan nilai tambah (added value) kopra, agar lebih bernilai jual yang akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan petani kelapa khususnya pengelola kopra.
Adapun kelompok KKN di Desa Totopo sendiri, berjumlah 13 orang. Merupakan gabungan dari berbagai jurusan. Ada dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Pertanian.
Yakni, Abd Rahman Saidi, Amelia Moki, Narti Husain, Muh. Bintang Ramadhan, Sutrinaldi Tantu, Fatmah Ahmad, Inul Hemeto, Reghina Miftahul Jannah Hambali, Irninda Wulandari Kalalo, Fizal A. Maliada, Bayu Rosa Ramadhani Pasya, Ferni Igirisa dan Iis Pratiwi. (***)














