Ekonomi

Padahal Punya Emas Banyak, Tapi Boalemo Termiskin di Gorontalo

×

Padahal Punya Emas Banyak, Tapi Boalemo Termiskin di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Opa Ben tengah memperlihatkan taknik tradisional mendulang emas. (Foto : Kawaltuntas)

Kawaltuntas.id – Pertambangan emas oleh rakyat di Kabupaten Boalemo bukanlah hal baru. Sejak dahulu kala, sebagian warga Daerah hasil pemekaran Kabupaten Gorontalo ini sudah mengerti tambang emas dan menambangnya walau hanya secara manual dengan alat seadanya.

Opa Ben misalnya. Pria berusia senja sekira (68) tahun ini sudah melek tambang sejak Orde Baru (Era Soeharto) 80an. Opa Ben yang saat itu masih bujangan, sudah ikut-ikutan dengan orang-orang tua menambang demi menopang ekonomi keluarganya.

“Saya mulai paham tentang tambang dengan teman-teman itu sudah lama, sekira tahun 80an saya mulai mencari emas dan sering dapat banyak,” ungkap Opa Ben, mengenang masa lalunya.

Menurutnya, kandungan emas di Boalemo cukup banyak ketimbang Daerah lain di Gorontalo. Saking banyaknya, beberapa Warga Negara Asing (WNA) pun, turun langsung mengecek titik-titik potensialnya.

“Dulu orang-orang bule datang, mereka yang survei dan menggambar emas di Boalemo itu diibaratkan seperti perut kerbau. Sedangkan Daerah lain hanya dapat bagian seperti kaki dan kepala kerbau. Nah, perutnya itu ada di Daerah kita Boalemo ini,” ungkap Opa Ben.

Menurut Opa Ben, potensi emas yang dimiliki Boalemo bisa memakmurkan rakyat Boalemo itu sendiri ketika dikelola dengan baik. Ia berharap, Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di daerah berjumlah penduduk lebih dari 140 ribu jiwa ini segera ada. Dengan begitu masyarakat bisa segera mengurus izin tambang dan keluar dari kemiskinan.

Maklum, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin di Kabupaten Boalemo dari tahun 2017 hingga 2024 jadi yang tertinggi nomor 1 di Provinsi Gorontalo.

“Kalau dipikir-pikir Boalemo ini punya emas banyak, kenapa tidak dimanfaatkan untuk mengurangi kemiskinan. Mengingat Daerah kita ini termiskin di Provinsi Gorontalo,” ketus Opa Ben sembari tertawa seolah tak ada beban hidup.

Beberapa pekan lalu, soal potensi kandungan emas Boalemo serta cara penambangan yang dilakukan oleh masyarakat kekinian, sempat hangat jadi bahan diskusi antara Pemda, DPRD, LSM, mahasiswa, Pers, dan Polres Boalemo di salah satu kedai kopi di Tilamuta.

Inti dari diskusi yang melibatkan Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) tersebut, adalah mencari solusi terkait maraknya aktivitas tambang emas ilegal, yang pada akhirnya menyepakati untuk mendorong pertambangan yang baik dan benar sesuai aturan. Poin utamanya, mendorong terwujudnya WPR dulu. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *