Ekonomi

Pertambangan Rakyat Masuk Program Prioritas BUMD Bone Bolango Cemerlang

×

Pertambangan Rakyat Masuk Program Prioritas BUMD Bone Bolango Cemerlang

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi jajaran pengurus BUMD Bone Bolango Cemerlang bersama Pemerintah Daerah Bone Bolango, di sela-sela membahas usaha bisnis dan potensi Daerah. (Foto : Istimewa)

Kawaltuntas.id – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bone Bolango Cemerlang, terus mematangkan persiapan terwujudnya berbagai program dengan tetap membuka ruang ke berbagai pihak yang bisa sejalan dan berkolaborasi.

Salah satu yang sedang digenjot oleh pengurus BUMD ini, yaitu mendorong pertambangan rakyat di Bone Bolango. Hal ini bermaksud memaksimalkan potensi daerah demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu sendiri, serta ekonomi masyarakat.

Direktur BUMD Bone Bolango Cemerlang, Frangki Van Pamelen, SE, mengatakan, sedikitnya ada 3 program prioritas. Termasuk untuk sektor pertanian yang memang sudah digeluti oleh masyarakat sejak lama.

“Jadi boleh dibilang, kami siap jadi fasilitator untuk hal-hal yang bersifat bisnis yang bertujuan mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” kata Frangki.

Terkait sektor pertambangan kata Frangki, hal ini juga tak boleh diabaikan karena bicara tentang potensi daerah. Tak heran, poin ini jadi prioritas dan dibahas bersama pada rapat Rencana Program BUMD Cemerlang, pada Selasa, 19/11/2024, yang dibuka oleh Assisten 2 (Dua) Pemkab Bone Bolango dan ditutup oleh Kabag Ekbang.

Join Venture yang digagas bersama baru-baru ini kata Frangki melanjutkan, yakni revitalisasi aset aset daerah serta pembangunan satu wadah berupa Cafe di Pusat Kota Kabupaten Bone Bolango.

Kemudian berkembang dengan beberapa pelaku usaha di bidang pertambangan, baik dari tambang rakyat maupun perusahaan serta perusahaan baik dari sisi pengelolaan, pembinaan (tambang rakyat) serta pengawasan.

Hal ini bertujuan, agar kegiatan penambangan, memberikan dampak positif terhadap lingkar tambang termasuk untuk peningkatan PAD.

“Harapan kami yaitu dukungan dari pemerintah dan stakeholder guna memaksimalkan potensi daerah, agar mencapai PAD yang dapat membantu perekonomian daerah serta dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menaikkan ekonominya,” tutup Frangki. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *