Kawaltuntas.id – Ditpolairud Polda Gorontalo menggelar apel siaga SAR sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam di wilayah Gorontalo. Apel yang berlangsung di Lapangan Ditpolairud tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Polairud Polda Gorontalo, KBP Wiyogo Pamungkas, S.I.K., M.Hum.
Dalam kegiatan itu, Wiyogo memimpin pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan personel serta perlengkapan SAR. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh unsur operasional benar-benar siap digerakkan saat kondisi darurat terjadi.

Peserta apel terdiri dari satu peleton Komandan Kapal, satu peleton Regu I SAR Polair, satu peleton Regu II SAR Polair, dan satu peleton Staf Polair. Seluruh personel hadir lengkap dengan perlengkapan pribadi.
“Seluruh Personil menggunakan tas ransel yang berisi kelengkapan perorangan diantaranya dua pasang pakaian PDL, satu pasang sepatu PDL serta kelengkapan kesehatan,” Ujar KBP Wiyogo Pamungkas, 5 Desember 2025.
Direktur Polairud Polda Gorontalo, KBP Wiyogo Pamungkas, S.I.K., M.Hum, Mengatakan Kendaraan operasional SAR turut diperiksa dan disiagakan. Armada tersebut mencakup satu unit perahu karet, satu unit mobil Ford double cabin penarik boat trolley, satu unit mobil dalmas untuk mengangkut personel, serta satu unit mobil box yang membawa perlengkapan SAR.
Selain armada, perlengkapan SAR juga ditampilkan dan dicek satu per satu.
Perlengkapan itu, Kata Wiyogo, meliputi dua set tenda peleton, dua set meja dan kursi peleton, satu lampu LID tripod untuk penerangan tenda, dua alat pemotong baja hidrolik (manual dan otomatis), satu alat termal untuk deteksi suhu panas, satu mesin sensor, dua genset untuk penerangan dan kelistrikan, tiga set alat selam, 15 life jacket Polair, dua senter jarak jauh, serta 15 set SCBA atau Self-Contained Breathing Apparatus.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polairud dalam menjaga kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana.
“Apel siaga SAR ini merupakan langkah nyata Dit Polairud Polda Gorontalo dalam memastikan kesiapan personil dan perlengkapan menghadapi potensi bencana alam di provinsi Gorontalo,” ujarnya. (KT 02)














