Kawaltuntas.id – Sekitar Pukul 17.30 Wita menjelang Magrib, warga Desa Ulapato A, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, digemparkan adanya penemuan sesosok mayat perempuan tergelantung dengan sepotong kain, di sebuah Perumahan alamat setempat, Kamis, (08/06/2023).
Mayat yang berhasil diidentifikasi bernama Servina Danupoyo (20) itu, diduga meninggal bunuh diri. Orang tua korban, menemukan anaknya dalam keadaan tak bernyawa. Peristiwa ini baru terungkap saat sang ayah Suhardi Danupoyo (55), ingin melihat putrinya yang sehari sebelumnya hilang kabar.
Saat Suhardi tiba di perumahan yang menjadi TKP (Tempat Kejadian Perkara) tersebut, ia mendapati pintu Perumahan dalam keadaan terkunci. Merasa ada yang aneh, ia pun memaksa masuk lewat pintu belakang rumah.
Nahas, betapa terkejutnya Suhardi ketika berhasil masuk, yang ia lihat adalah kondisi putrinya tinggal mayat dengan posisi tergelantung. Mengutip Gopos.id, Suhardi mengaku tidak tahu-menahu perihal kejadian ini.
Sementara itu, Polisi terus melakukan pendalaman perkara. Korban sendiri diketahui, merupakan mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi di Gorontalo.
Kapolres Gorontalo, AKBP Dadang Wijaya, melalui Kasat Reskrim, IPTU I Made Budiantara Putra mengatakan, kuat dugaan motif korban sampai nekat bunuh diri lantaran masalah asmara.
“Dari hasil pengembangan, menduga korban tersebut sedang depresi. Adapun penyebab depresinya diduga akibat masalah asmara, ditambah dengan orang tuanya yang sedang sakit dan kemungkinan karena masalah ekonomi juga,” ungkap Budiantara, Jumat (09/06/2023).
Lanjutnya, sebelum kejadian korban sempat memberitahukan perihal niat tersebut kepada pacarnya berinisial IL (28), yang merupakan karyawan di salah satu perbankan di Gorontalo. IL juga sempat diperiksa Polisi sebagai saksi.
Kasat Reskrim menyebut, sebelum nekat gantung diri, mahasiswi cantik semester dua program studi Analis Kesehatan itu, juga sempat terlibat cekcok dengan sang kekasih.
“Jadi, korban ini memang setiap kali ada masalah dengan pacarnya, sering mengancam untuk bunuh diri,” kata Budiyantara menambahkan.
Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk kebutuhan pengembangan perkara. Polisi juga masih melakukan proses otopsi terhadap korban untuk kepentingan penyelidikan lanjut. (***)














