Kawaltuntas.id – Anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Arman Naway, S.H, menyerap aspirasi masyarakat dalam reses masa persidangan kedua tahun 2026 di Desa Huwongo, Kecamatan Paguyaman, Kamis,13 Agustus 2026.
Dalam kegiatan yang berlangsung di kediaman warga, Ifun Ambela, tersebut, Arman menerima sejumlah aspirasi, mulai dari kebutuhan air bersih, penyelesaian sertifikat tanah, hingga keterbatasan sarana pendidikan di sejumlah taman kanak-kanak (TK).
Reses itu juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat permainan edukatif (APE) kepada tiga TK, yakni TK di Desa Bongo Nol, TK Handayani Desa Huwongo, dan TK Melati Putih Desa Bongo IV.
Selain bantuan pendidikan, Arman menyerahkan 20 unit alat semprot atau hand sprayer kepada kelompok petani di Dusun Dulamayo, Desa Huwongo, serta sebagian masyarakat Desa Bongo IV.
Arman bilang, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan pembahasan pokok-pokok pikiran DPRD yang bersumber dari hasil reses.
Salah satu aspirasi yang diterimanya berkaitan dengan sertifikat tanah. Sebagian sertifikat disebut telah diterbitkan, sementara sebagian lainnya masih dalam proses.
Menurut informasi dari pemerintah desa, proses tersebut masih menunggu konfirmasi dari pihak pertanahan setelah adanya pergantian pimpinan kantor pertanahan di wilayah Boalemo.
Warga juga menyampaikan kebutuhan air bersih di Dusun Dulamayo. Arman menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kalau kita melihat keluhan jangka pendek yang dapat kita akses, kebutuhan air minum mungkin masih bisa diakses dalam jangka waktu yang pendek. Karena kalau bicara jembatan, itu masih membutuhkan perjuangan besar. Tetapi kebutuhan air bersih merupakan hal yang sangat penting,” ujar Arman.
Selain air bersih, masyarakat menyampaikan keterbatasan sarana dan bangunan pendidikan, khususnya di TK Handayani Desa Huwongo dan TK Melati Putih Desa Bongo IV.
Ketua fraksi Nasdem itu mengatakan akan meninjau kondisi kedua sekolah tersebut untuk melihat peluang dukungan anggaran melalui berbagai sumber.
“Kalau memang dimungkinkan dapat tersumber anggaran dari beberapa pos, nanti akan kita pikirkan. Entah itu APBD, APBN melalui revitalisasi sekolah, ataupun bisa saja ada program CSR,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Huwongo Tasmin Tamu, Kepala Desa Bongo IV Sirlan Hippy, tokoh agama Ahmad Karim, tokoh masyarakat Mohamad Andel, tokoh pemuda Ifun Ambela, serta sejumlah kepala TK dan masyarakat penerima bantuan.
Kepala TK Melati Putih Desa Bongo IV, Indrawaty Laiya, mengatakan bantuan alat peraga yang diterima sekolah membantu menunjang proses pembelajaran anak didik. (**)














