Kawaltuntas.id – Mahasiswa adalah generasi intelektual dan ilmiah yang cukup berperan penting menentukan kualitas Pemilu 2024 mendatang. Oleh karena itu, melibatkan mahasiswa dalam penyelenggaraan Pemilu, merupakan suatu keharusan.
Ini ditegaskan oleh Ketua Bawaslu Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, di sela-sela acara Sosialisasi Pemilu Partisipatif yang diikuti oleh kalangan mahasiswa dan pula dosen di Hotel Grand Amalia, Tilamuta Selasa, (26/09).
Menurutnya, penyelenggaraan Pemilu mendatang, tidak akan maksimal tanpa dukungan banyak pihak, tak terkecuali mahasiswa itu sendiri yang dikenal sebagai pelopor-pelopor perubahan.
“Sosialisasi ini memang menjadi program Bawaslu dalam rangka membangkitkan semangat pengawasan partisipatif masyarakat. Jadi mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Boalemo kita harus libatkan,” kata Ronal Rampi.
Maksud sosialisasi partisipatif sendiri lanjutnya, guna memberikan bekal materi kepada mahasiswa. Paling tidak, mereka paham yang kemudian dapat memberikan edukasi kepada masyarakat luas terkait apa itu Pemilu, dan hal-hal yang dilarang dalam Pemilu.
“Jadi, Bawaslu setiap saat merancang program-program yang berkaitan dengan pengawasan. Tentunya ini memerlukan kerja sama dari semua pihak, guna menciptakan Pemilu yang jujur, adil dan demokratis,” jelasnya.
Dikatakannya, salah satu yang dilarang dalam Pemilu, yakni melakukan money politics (politik uang). Sebab politik uang adalah perbuatan curang yang hakikatnya sama dengan korupsi.
“Saya kira soal larangan politik uang ini sudah kita ketahui bersama termaktub dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 yang terbagi ke dalam sejumlah pasal. Yakni Pasal 278, 280, 284, 515, dan 523,” katanya menambahkan.
Hal senada pula dikatakan Koordiv Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Boalemo, Yesmar Panigoro. Di tempat sama ia tegaskan, manakala terdapat kecurangan pada Pemilu, pihaknya sangat terbuka menerima aduan.
“Termasuk laporan dari mahasiswa kalau ada, pasti kami tindaklanjuti. Kita semua tentu mengharapkan Pemilu sehat, yang dapat melahirkan pemimpin-pemimpin berkualitas,” ujarnya.
Mengapa melibatkan mahasiswa? Menurut Yesmar, mahasiswa juga bagian dari pihak yang melakukan kontrol sosial terhadap jalannya proses demokrasi. Artinya, mahasiswa juga dianggap memiliki peran penting dalam Pemilu.
“Jika kita memahami ini, tentunya kita semua dapat mencegah potensi-potensi pelanggaran Pemilu pada 2024, seperti yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu tadi, khususnya mengenai politik uang,” tutup Yesmar. (***)
Catatan : Sosialisasi Pemilu Partisipatif, merupakan agenda rutin Bawaslu Boalemo, yang saat ini dikomandani langsung oleh Sumarni Utiarahman, selaku Kasubag Pengawas Pemilu, dan Humas Bawaslu Boalemo.
Penulis : Abdul Majid Rahman














