BoalemoDaerah

Boalemo Buka Peluang Investasi, Sektor Tambang Jadi Andalan

×

Boalemo Buka Peluang Investasi, Sektor Tambang Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Foto: istimewa

Kawaltuntas.id – Pemerintah Kabupaten Boalemo membuka peluang investasi di sektor pertambangan emas dengan menyiapkan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) sebagai langkah melegalkan aktivitas pertambangan yang berada di Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Komitmen itu disampaikan Bupati Boalemo, Rum Pagau, saat menghadiri Entry Meeting Evaluasi Kemudahan Perizinan Daerah yang digelar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Gorontalo di Ruang Vicon Kantor Bupati Boalemo, Senin, 20 Juli 2026.

Rum Pagau mengatakan Kabupaten Boalemo telah memiliki 10 Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurutnya, tahapan berikutnya adalah mendorong penerbitan IPR agar kegiatan pertambangan dapat berjalan secara legal dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami menunggu para pengusaha, baik perorangan maupun koperasi, untuk berinvestasi di sektor pertambangan emas. Sepuluh WPR sudah disetujui Kementerian ESDM dan kini perlu ditindaklanjuti melalui penerbitan IPR,” tegasnya.

Selain mendorong investasi di sektor pertambangan, Rum menegaskan Pemerintah Kabupaten Boalemo berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Daerah Kabupaten Boalemo sangat membutuhkan investasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin berinvestasi dan berusaha di Kabupaten Boalemo,” ujarnya.

Rum menjelaskan, sejak memimpin Boalemo pada periode pertamanya pada 2012, pemerintah daerah telah berhasil menghadirkan sejumlah investasi strategis, di antaranya di sektor perkebunan kelapa sawit dan pariwisata.

Ia menilai investasi perkebunan kelapa sawit telah memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui peningkatan pendapatan petani serta kontribusi bagi penerimaan daerah.

Sementara itu, di sektor pariwisata, Rum mencontohkan kawasan wisata Pulau Cinta yang sempat menjadi ikon pariwisata Boalemo dan dikenal secara nasional. Namun, ia mengakui aktivitas di kawasan tersebut kini mengalami penurunan.

“Alhamdulillah, Pulau Cinta pernah mengangkat nama Boalemo. Tetapi sekarang kondisinya mati suri karena desain bangunannya dinilai kurang sesuai dengan kondisi alam. Kini yang masih terkenal tinggal namanya saja, bahkan Kementerian Pariwisata meminta agar kawasan itu dikembalikan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Boalemo, Nurdin Baderan, bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *