Kawaltuntas.id – Warga Boalemo menyambut positif penertiban aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang selama ini berdampak negatif terhadap lingkungan dan ketentraman warga. Meski mengerti kebutuhan ekonomi warga, mereka menegaskan aktivitas itu tidak boleh merusak kampung mereka.
Ajis Adam, salah satu warga yang terdampak langsung, tegas menyatakan penolakannya terhadap keberadaan PETI.
“Kami bukan menghalangi orang mencari nafkah, Pak. Tapi kalau aktivitas itu merusak kampung kami, kami sangat menolak,” ungkapnya saat berada di lokasi penertiban, Kamis (5/6/2026).
Menurut Ajis, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan PETI sangat nyata dan mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar. Ia bahkan mengaku telah melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian dan masih menyimpan bukti laporan tersebut.
“Saya simpan bukti laporan di Polsek dan Polres. Kami berharap ada tindakan tegas,” kata Ajis.
Ia mengapresiasi langkah Kapolres Boalemo yang melakukan penertiban. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan tindakan ini. Penertiban ini adalah harapan kami selama ini agar kampung kami bisa kembali aman dan lestari,” tuturnya.
Warga lain pun sepakat, bahwa penertiban PETI bukan sekadar menutup peluang ekonomi, tapi menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan kampung mereka. “Cari nafkah boleh, tapi jangan sampai kampung kami rusak,” pungkas Ajis tegas. (***)
Penulis: Isham Abdina














