BoalemoKebakaranPeature

Harta Habis Terbakar, Pak Cani dan Anaknya Masih Pegang Harapan

×

Harta Habis Terbakar, Pak Cani dan Anaknya Masih Pegang Harapan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi, (sumber: kawaltuntas.id)

Kawaltuntas.id, Feature – Asap hitam yang membumbung dari Desa Pangi, Kecamatan Dulupi, pada Jumat, 1 Agustus 2025, bukan hanya pertanda rumah yang terbakar. Di balik kobaran api itu, ada duka mendalam yang menyelimuti keluarga pak Cani Buluna dan Meega Buluna, seorang ayah dan anak yang kehilangan segalanya dalam sekejap.

Rumah mereka yang selama ini menjadi tempat bernaung, saksi perjuangan dan cinta keluarga, musnah tak bersisa. Dalam hitungan beberapa menit, semua harta benda hangus dilalap si jago merah. Tak ada yang bisa diselamatkan, kecuali pakaian yang menempel di badan.

“Semua hilang. Tidak ada sisa, bahkan baju sekolah anak pun ikut terbakar,” Tulis akun Facebook (FB) Meega Buluna. Ia menyampaikan permohonan bantuan kepada siapa pun yang tergerak hatinya.

Meega menuliskan, mereka sangat membutuhkan pakaian sekolah untuk anak laki-laki kelas 1 SD, baju bayi umur 8 bulan, baju lansia laki-laki, popok bayi, dan susu bayi. Kebutuhan yang sangat mendesak untuk kelangsungan hidup mereka pasca musibah.

Namun di balik permintaan itu, Mega juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih banyak.

“Ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu. Tidak bisa saya sebut satu per satu, terutama masyarakat yang turut serta, Damkar Boalemo, Polres Boalemo, serta Dinas Sosial Kabupaten Boalemo,” tulisnya.

Kebakaran ini menyisakan luka yang dalam, namun juga memperlihatkan bahwa solidaritas dan kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Uluran tangan para dermawan menjadi satu-satunya tumpuan harapan bagi keluarga pak Cani dan Meega untuk bangkit kembali.

Kini, di antara puing dan abu, pak Cani dan anaknya Meega tak sendiri. Mereka dikelilingi oleh doa, simpati, dan harapan dari banyak hati yang tergerak untuk membantu. Karena dalam setiap musibah, selalu ada kesempatan bagi kita semua untuk menjadi cahaya bagi sesama.

 

 

Penulis: Isham Abdina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *