BoalemoEkonomi

Kasihan, Banyak Petani Boalemo Masuk Daftar Hitam BI Checking

×

Kasihan, Banyak Petani Boalemo Masuk Daftar Hitam BI Checking

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi petani jagung. (Dok. Istimewa)

Kawaltuntas.id – Kabupaten Boalemo merupakan salah satu Daerah penghasil jagung terbesar di Provinsi Gorontalo. Mengutip Infopublik, sebanyak 55 persen ekspor jagung Provinsi Gorontalo pada 2018 lalu, disuplai dari Kabupaten Boalemo.

Mestinya kondisi ini membuat petani di Daerah ini menjadi lebih sejahtera. Namun, sepertinya jauh panggang dari api. Banyak petani justru kesulitan ekonominya. Faktanya, tak sedikit yang masuk daftar hitam BI Checking, lantaran belum melunasi hutang di Bank.

Informasi dihimpun, petani-petani itu banyak berasal dari Kecamatan Wonosari dan Paguyaman. Dampaknya, mereka tak bisa melakukan kredit pada program KUR (Kredit Usaha Rakyat), yang telah disiapkan oleh Pemerintah Pusat melalui Perbankan di masing-masing Daerah.

“Ternyata setelah kami masukan kelompok tani yang ada disana (Wonosari-Paguyaman) itu, banyak yang BI Checking. Ada hutang yang belum diselesaikan. Sehingga hal ini juga menjadi perhatian Bank yang ada di Boalemo,” tutur Kadis Pertanian Boalemo, Roslina Karim, tak menampik ketika dikonfirmasi Kawaltuntas, Senin, (12/06/2023).

Tahun ini kata dia, Pemerintah Pusat kembali memprogramkan KUR untuk sektor pertanian. Menurutnya, ini menjadi peluang bagi para petani untuk mengajukan kredit di setiap Bank. Adapun jumlah anggaran yang disiapkan, tergantung atau menyesuaikan kebutuhan Daerah.

“Kalau Rp 50 miliar, saya kira angka ini terlalu besar untuk Boalemo. Kalau di Provinsi kami pertanyakan kemarin itu, hanya Rp 2 miliar. Kalau kita di Boalemo, silahkan kami menyampaikan ke petani juga, tapi ternyata banyak petani yang tidak boleh memperoleh dana KUR ini karena BI Checking,” bebernya.

Terkait mekanisme program pemerintah pusat ke Daerah sambungnya, kelompok tani mengusulkan ke Dinas Pertanian dalam bentuk proposal. Kemudian Dinas Pertanian akan menindaklanjuti, atau mengusulkan melalui E-Proposal.

“Nah, E-Proposal ini diusulkan melalui Aplikasi BIMA, yaitu Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Pertanian Terintegrasi. Setelah itu kan kita tinggal menunggu, apakah dia masuk program pemerintah pusat atau tidak,” kata Roslina menerangkan.

Ia mengatakan, petani yang paling banyak di Boalemo, yakni petani jagung. Sedangkan yang terbanyak kedua, adalah petani padi sawah. Selanjutnya disusul oleh petani kelapa, dan lainnya. Tidak heran kemudian, produksi jagung lah yang paling besar di Daerah ini.

Produksi jagung 2020 lanjutnya, mencapai 430.550 ton. Tahun 2021 meningkat menjadi 456. 528 ton. Namun, pada 2022 mengalami penurunan dengan hasil produksi hanya 275.283 ton. Bisa jadi, inilah yang membuat para petani kesulitan membayar hutang di Bank.

“Turunnya jumlah produksi ini, juga karena bantuan, baik bantuan Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten itu kecil. Sementara petani kita ini kan sangat ketergantungan dengan bantuan,” katanya.

Namun jangan khawatir. Tahun ini juga kata Roslina melanjutkan, bahwa pihaknya sedang memantapkan kerja sama dengan PT Sarottama Dharma Kalpariksa, guna mendorong sektor pertanian Boalemo. Hadirnya perusahaan ini, akan membantu petani, terutama mereka yang tak memperoleh bantuan.

Ia berharap, adanya kerja sama dengan PT Sarottama ini, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh petani. Diharapkan para petani melakukan budidaya tanaman sesuai dengan informasi yang diperoleh dari para Penyuluh Pertanian yang ada di lapanagan.

Terutama memperhatikan, bagaimana cara pemeliharaan dengan baik terhadap tanaman. Sehingga tanaman yang dibudidyakan mendatang, dapat mencapai hasil yang maksimal.

“Jika memperoleh bantuan modal usaha, agar supaya memanfaatkannya dengan baik. Sehingga mengurangi beban kita yang selalu atau setiap saat meminjam kepada tengkulak. Diharapkan para petani tidak ada lagi ketergantungan terhadap tengkulak. Karena tengkulak biasanya mengambil hasil tidak sesuai dengan harga pasar, atau harga HPB dari pemerintah,” kata Roslina. (***)

 

Baca link berita Bantu Modal Usaha Petani, Pemkab Boalemo Gandeng PT Sarottama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *