Kawaltuntas.id – Arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), agar memperluas dan memaksimalkan pemanfaatan jaringan internet sampai ke pelosok desa untuk hal-hal edukatif dan produktif, sepertinya sulit direalisasikan di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Bagaimana tidak, beberapa titik di Daerah ini, belum bisa mengakses layanan internet. Kondisi itu diungkap oleh anggota Komisi I DPRD Boalemo, Harijanto Mamangkey (Ko Hari), yang menyesalkan terputusnya Wifi di Moliliulo, Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi.
Legislator PDI Perjuangan dari Dapil (Daerah Pemilihan) Kecamatan Dulupi – Kecamatan Wonosari itu menyebut, saat ini 56 titik di Boalemo belum memiliki kejelasan kontrak dengan BAKTI Kominfo. Sehingga menyulitkan masyarakat.
“Sekiranya kita (ekselutif-legislatif), segera mengambil langkah-langkah kongkret dalam menyikapi masalah yang diaspirasikan oleh rakyat ini,” kata Harijanto, Sabtu, (11/11/2023).
Anggota DPRD Boalemo 3 periode ini menuturkan, langkah cepat yang diambil bersama Komisi I DPRD Boalemo lainnya saat ini, yakni berupaya membangun komunikasi dengan salah satu provider (penyedia) jasa internet yang bekerja sama dengan BAKTI Kominfo sejak lalu.
“Saya berharap bagaimana dapat bergerak cepat dalam memberikan solusi terhadap warga yang terdampak putusnya akses jaringan wifi yang tersebar di beberapa kecamatan dan desa termasuk di antaranya moliliulo km 43 desa tangga barito,” harapnya.
Ko Hari sendiri sempat menerima curhatan dari seorang mahasiswa asal Moliliulo yang harus bolak balik ke Nooti, Desa Saritani guna mengikuti kuliah online di salah satu perguruan tinggi. Yang mana, mahasiswa tersebut harus menyewa jasa ojek perahu Rp 100 ribu hanya demi mendapatkan akses jaringan wifi terdekat.
“Kondisi seperti ini tentunya sangat kita tidak inginkan di era sekarang. Belum lagi akses jalan menuju pusat desa sulit dilalui oleh kendaraan roda empat. Maka lengkaplah penderitaan masyarakat di sana,” imbuhnya.
Kadis Kominfo Boalemo, Ulkia Kiu membenarkan 56 titik yang tidak boleh mengakses internet tersebut. Terkait ini, pihaknya juga tidak tinggal diam, dan tak henti berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait.
“Ya, kondisi ini memang sangat memprihatikan ya, kami kominfo sudah menyurat bahkan mempertanyakan langsung ke pihak BAKTI dan jawaban yang diterima adalah memang semua proses akses jaringan masih menunggu proses tender di pusat,” kata Ulkia, dikonfirmasi Ahad, (12/11/2023).
“Untuk sementara waktu seluruh bantuan dihentikan sementara fasilitas jaringan baik untuk pendidikan dan kesehatan dan fasilitas umum, karena akan digantikan provider. Jadi masih proses tender di pusat,” ujarnya. (***)
Penulis : Abdul Majid Rahman














