DaerahDPRD Boalemo

Pastikan Stok Pangan Aman, DPR Boalemo Temui Bulog

×

Pastikan Stok Pangan Aman, DPR Boalemo Temui Bulog

Sebarkan artikel ini
Foto: istimewa

Kawaltuntas.id – Potensi musim kemarau panjang menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Boalemo.

Untuk memastikan masyarakat tidak kekurangan pangan, pimpinan DPRD bersama Komisi III DPRD Boalemo menemui Perum Bulog Cabang Gorontalo, Kamis, 17 September 2026.

Pertemuan tersebut difokuskan pada ketersediaan stok beras, bantuan pangan, serta langkah antisipasi jika kemarau berkepanjangan berdampak terhadap produksi dan ketahanan pangan di Kabupaten Boalemo.

Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho mengatakan, kunjungan itu dilakukan untuk memastikan stok beras subsidi dan bantuan cadangan pangan tetap tersedia hingga akhir 2026.

“Kami DPRD Boalemo kunjungi Bulog Gorontalo untuk memastikan kesiapan stok beras subsidi dan juga bantuan cadangan pangan untuk Kabupaten Boalemo aman sampai pada akhir tahun,” kata Eka, sapaan akrab Karyawan Eka Putra Noho.

Eka mengatakan ketersediaan stok tersebut penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat di tengah potensi kemarau panjang.

“Sehingga warga Boalemo tidak perlu khawatir soal pangan di musim kemarau panjang ini. Stok pangan kita di Boalemo masih aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Gorontalo, Firmansyah, menyampaikan bantuan pangan untuk Kabupaten Boalemo periode Juli-September 2026 telah selesai disalurkan.

Bulog juga menyiapkan penyaluran bantuan untuk periode Oktober-Desember 2026.

“Bantuan pangan sudah selesai kami salurkan di Kabupaten Boalemo, alokasi Juli sampai dengan September, tiga bulan. Insya Allah dalam waktu dekat ini untuk alokasi Oktober, November, Desember bakal kami salurkan lagi untuk Kabupaten Boalemo,” kata Firmansyah.

Selain bantuan pangan, Bulog memastikan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap tersedia bagi masyarakat.

Firmansyah mengatakan beras SPHP tersedia melalui gudang layanan Bulog di Bongo Nol, Kecamatan Dulupi.

Beras tersebut dapat ditebus warga maupun pengecer dengan harga Rp11.000. Pengecer kemudian diperbolehkan menjual dengan harga maksimal Rp12.500 sesuai HET.

Bulog juga memastikan pasokan beras SPHP tetap tersedia di tingkat pengecer, termasuk di Pasar Tilamuta.

“Kami Bulog memastikan bahwa beras-beras murah ini tetap tersedia di kios-kios, khususnya di pasar pencatatan di Pasar Tilamuta,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Boalemo dan Bulog turut membahas Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

Cadangan ini disiapkan sebagai salah satu langkah antisipasi apabila kemarau berkepanjangan berdampak terhadap ketahanan pangan dan memicu kerawanan pangan.

Pembahasan juga mencakup rencana pembangunan sarana pascapanen di Kabupaten Boalemo, khususnya fasilitas pengeringan jagung dan pengolahan beras di wilayah Wonosari. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *