Kawaltuntas.id – Pemilik pangkalan LPG 3 kilogram Alisya di Desa Bongo VI, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai dugaan penjualan gas subsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan pengaturan antrean warga sejak dini hari.
Dalam keterangannya, pemilik pangkalan menyatakan informasi tersebut tidak benar. Ia menegaskan penjualan LPG subsidi tetap dilakukan sesuai ketentuan harga resmi.
“Saya tidak pernah menaikkan harga tabung. Penjualan tetap sesuai HET Rp20.000 per tabung,” ujarnya, 15 Februari 2026.
Terkait antrean warga sejak subuh, ia menjelaskan pangkalan menetapkan jam pelayanan pada pukul 06.00 hingga 07.00 WITA. Menurutnya, warga yang datang lebih awal merupakan inisiatif masing-masing.
“Kami tidak membuka pelayanan sejak subuh. Kalau ada warga datang lebih awal, itu kemauan mereka sendiri,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa persoalan yang beredar telah dibahas bersama pemerintah desa dan pihak Polsek Paguyaman.
Sementara itu, seorang warga Dusun Darmayasa, Ni Kadek Sukariasih, menyatakan tidak pernah membeli gas LPG dengan harga di atas HET.
Ia menjelaskan adanya tambahan Rp5.000 yang disebut dalam informasi sebelumnya merupakan biaya pengantaran, bukan harga gas.
“Harga gas tetap Rp20.000, sedangkan Rp5.000 itu ongkos antar karena kami menitip tabung kosong, diantar kembali dalam kondisi terisi dan kami merasa terbantu,” ujarnya.
Pemilik pangkalan berharap masyarakat dapat melakukan klarifikasi langsung apabila terdapat keluhan, sehingga informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman. (**)














