BudayaRagam

Nabi Muhammad SAW Wafat 8 Juni, Simak Kisahnya

×

Nabi Muhammad SAW Wafat 8 Juni, Simak Kisahnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Kawaltuntas.id – Tahukah kamu, bahwa hari ini merupakan hari wafatnya Nabi Muhammad SAW (Shalallaahu Alaihi Wassalaam). Tepat 1.391 tahun lalu, umat Islam kehilangan sosok pemimpin yang menjadi panutan untuk selamanya.

Mengutip buku SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) 2019, Nabi Muhammad wafat pada hari Senin, 12 Rabiul Awal 11 Hijriah, atau bertepatan dengan 8 Juni 632 Masehi. Ia wafat di usia 63 tahun. Rasul terakhir umat Islam ini mengembuskan napas terakhirnya di pangkuan istrinya, Aisyah.

Menyadur berita Kompas.com, kondisi kesehatan Nabi Muhammad SAW menurun setelah melakukan haji wada’. Dikutip dari buku Sejarah Terlengkap Nabi Muhammad SAW 2016, Nabi Muhammad mengeluhkan sakit kepala ketika menghadiri prosesi penguburan jenazah di Baqi pada bulan Shafar.

Kesehatannya terus menerus menurun hingga ia jatuh sakit selama lebih dari 2 minggu. Di hari wafatnya, Nabi Muhammad dengan suara terbata-bata sempat memberikan petuah dalam khutbah.

“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka, taati dan bertakwalah hanya kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunah dan Al Quran. Barang siapa mencitai sunahku berarti mencintai aku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan bersama-sama masuk surga bersamaku,” katanya.

Nabi kemudian terbaring lemah dengan kening yang berkeringat. Detik-detik ketika malaikat Izrail melakukan tugasnya, Nabi Muhammad sempat mengaduh lirih.

Sesaat kemudian, badan Nabi Muhammad mulai dingin. Kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak mengatakan sesuatu. “Peliharalah shalat dan santuni orang-orang emah di antaramu,” katanya.

Dua hari setelah wafat, Nabi Muhammad dimakamkan di Kompleks Masjid Nabawi, Madinah pada Rabu 12 Rabiul Awal 11 Hijriah.

Wasiat Nabi Muhammad SAW Empat hari sebelum wafat, Nabi Muhammad yang sedang sakit meminta sejumlah sahabatnya untuk hadir ke rumahnya.

Menurut buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad (2001), saat itu Nabi Muhammad meminta agar wasiatnya dituliskan di secarik kertas. Wasiat itu ditujukan kepada kaum muslim agar tidak tersesat. Akan tetapi, sempat terjadi perdebatan antarsahabat Nabi.

Alhasil, Nabi Muhammad tidak jadi menuliskan apa-apa. Tidak ada harta benda Nabi Muhammad yang diwariskan kepada anak dan istrinya. Ia hanya mewariskan dua hal kepada umatnya, yakni Al Quran dan hadis. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *