RagamSulteng

Perbedaan Pandangan Warnai Usulan Salat Id di Lapangan

×

Perbedaan Pandangan Warnai Usulan Salat Id di Lapangan

Sebarkan artikel ini
foto: Al-Jufri J Rangga

Kawaltuntas.id, Sigi – Perbedaan pandangan muncul di tengah masyarakat Desa Porame terkait usulan sejumlah pemuda untuk melaksanakan salat Idul Fitri di tanah lapang. Gagasan tersebut memicu pro dan kontra karena dinilai menyangkut praktik keagamaan yang selama ini telah berjalan di lingkungan setempat.

Usulan itu dibahas dalam rapat terbuka di balai desa yang dipimpin kepala desa dan dihadiri sebagian unsur Lembaga Kemasyarakatan Desa. Pertemuan digelar sebagai forum musyawarah guna menampung berbagai pandangan masyarakat.

Dalam rapat tersebut, perwakilan pemuda menjelaskan bahwa usulan didasarkan pada rujukan ajaran agama yang menganjurkan pelaksanaan salat Idul Fitri di tempat terbuka.

Selain itu, mereka menilai pelaksanaan di lapangan dapat memperkuat kebersamaan karena memungkinkan seluruh warga berkumpul dalam satu lokasi.

“Usulan ini muncul dari keinginan untuk mempersatukan jemaah di Desa Porame. Tidak ada tujuan lain. Keputusan akhir tetap melalui musyawarah masyarakat,” kata Abdul Rafin, Sekretaris Karang Taruna Desa Porame, Rabu, 18 Februari 2026.

Sebagian warga menyatakan dukungan karena menilai gagasan tersebut sejalan dengan nilai kebersamaan. Namun, sebagian lainnya menyampaikan penolakan secara umum tanpa menjelaskan secara rinci alasan yang mendasari sikap tersebut.

Perbedaan pendapat ini mencerminkan keragaman cara pandang masyarakat dalam memahami praktik keagamaan serta penerapannya sesuai kondisi sosial setempat.

Hingga kini, pemerintah desa belum menetapkan keputusan final mengenai lokasi pelaksanaan salat Idul Fitri. Musyawarah lanjutan masih akan dilakukan dengan harapan tercapai kesepakatan yang dapat diterima seluruh warga. (**)

 

Penulis : AL-JUFRI J RANGGA

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *