BoalemoRagam

Parah, Kades di Gorontalo Ini Diduga Merebut Istri Orang

×

Parah, Kades di Gorontalo Ini Diduga Merebut Istri Orang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Kawaltuntas.id – Tuntutan warga agar Anton Naki diberhentikan permanen dari jabatan Kepala Desa Diloato, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Gorontalo, masih belum diindahkan oleh Pemerintah Daerah Boalemo.

Informasi dihimpun, sudah 8 kali masyarakat melakukan unjuk rasa lantaran tidak menginginkan lagi dipimpin oleh Anton Naki. Sebab, yang bersangkutan dinilai telah mencoreng kearifan lokal dan tatanan adat istiadat.

Seperti diberitakan oleh media ini sebelumnya, bahwa Anton Naki terbukti di pengadilan kasus perzinahan beberapa waktu lalu. Ia terbukti di mata hukum berzina (Pasal Perzinahan) dengan perempuan yang diketahui sebagai Sekretaris Desa Diloato pada saat itu.

Ironisnya, oknum Kades ini diduga bahkan menikahi perempuan yang notabene belum berpisah secara sah dengan suaminya tersebut. Kasus ini pun secara perlahan mulai terendus. Masyarakat kecewa dengan perilaku Kades yang disinyalir menikahi istri orang yang tak lain merupakan warganya sendiri, di Desa Diloato.

“Perempuan yang dinikahi kades kami ini diduga belum bercerai dengan suaminya. Sedangkan pak Kades masih berstatus suami orang. Tentu ini perilaku tidak senonoh. Mestinya dia (Kades) memberikan contoh baik kepada masyarakat. Malah terbalik,” kata warga Diloato, Rahmat Husain, Kamis, (19/10/2023).

Rahmat mendesak Pemerintah Daerah Boalemo, segera menonaktifkan permanen yang bersangkutan dari jabatan Kades. Ia berharap Pemerintah Daerah tidak melindungi Kades penzina yang diduga merebut istri orang tersebut.

“Memang semua manusia punya kesalahan dan Dosa. Tapi perilaku menyimpang pemimpin (Kades) kami ini, tidak bisa dibiarkan. Jelas-jelas merusak kerukunan dan keutuhan rumah tangga orang lain. Kami harap Pemerintah Daerah tidak tutup mata dengan persoalan ini, agar tidak mengundang bencana,” harapnya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Boalemo, Sherman Moridu, yang dikonfirmasi media ini, enggan berkomentar banyak perihal kasus yang tak henti disuarakan oleh masyarakat tersebut. Ia hanya mengarahkan wartawan, agar memberitakan hal-hal positif untuk pembangunan dan kemajuan Daerah Boalemo.

Di satu sisi, sejumlah Anggota DPRD Boalemo meminta Pemerintah Daerah Boalemo, segera menyelesaikan kegaduhan yang terjadi di Desa Diloato, agar tidak makin membias. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *