Kawaltuntas.id – Direktur Rumah Sakit Clara Gobel (RSCG), dr. Wahyudin Dangkua, Sp.PD, FINASIM, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan publik di lingkungan rumah sakit. Salah satu fokus utama adalah memperkuat sistem pengaduan dan manajemen antrean agar lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan menyusul kunjungan dan penilaian yang dilakukan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo di sektor pelayanan publik Kabupaten Boalemo, termasuk di Rumah Sakit Clara Gobel.
“Sistem pengaduan sudah berjalan sesuai dengan alur yang ada, tapi memang masih perlu sosialisasi menyeluruh. Baik kepada seluruh tenaga kesehatan dan karyawan RSCG, maupun kepada masyarakat. Dengan begitu, informasi tentang mekanisme pengaduan bisa dipahami dan dimengerti oleh semua unsur yang terkait,” ujar dr. Wahyudin, Kamis, 23 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, rumah sakit telah memiliki mekanisme pengaduan yang terstruktur mulai dari unit layanan hingga manajemen, namun penyebaran informasi tentang prosedur tersebut masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, sosialisasi yang baik akan memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem yang berjalan di RSCG.
Selain itu, ia juga mengatakan pentingnya kelancaran manajemen antrean pasien. Ia menjelaskan bahwa RSCG telah menerapkan sistem antrean berbasis digital melalui aplikasi Mobile JKN (MJKN) milik BPJS Kesehatan.
“Manajemen antrean sudah sesuai dengan sistem di aplikasi MJKN BPJS. Tapi karena sistemnya berbasis digital, kadang jaringan bisa mengalami gangguan. Kalau itu terjadi, kami langsung siapkan pendaftaran manual sebagai solusi agar layanan tetap berjalan lancar,” terangnya.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit untuk menekan potensi maladministrasi serta menjaga kenyamanan dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.
dr. Wahyudin menambahkan, pihaknya mengapresiasi kunjungan Ombudsman sebagai bentuk pengawasan yang konstruktif dan menjadi cermin bagi rumah sakit untuk terus berbenah.
“Kami berterima kasih atas kunjungan dan evaluasi Ombudsman. Semua masukan akan kami tindaklanjuti sebagai upaya perbaikan berkelanjutan, demi kenyamanan dan kepuasan pasien,” tutupnya.
Dengan semangat baru pasca perubahan nama, Rumah Sakit Clara Gobel bertekad menjadi institusi pelayanan kesehatan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (KT 02)














