BudayaSulteng

Menilik Peran Longki Djanggola di Film Guru Tua dalam Kenangan

×

Menilik Peran Longki Djanggola di Film Guru Tua dalam Kenangan

Sebarkan artikel ini
Mantan Gubernur Sulteng 2 Periode, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. (Dok. Istimewa/Koleksi Facebook Longki Djanggola)

Kawaltuntas.id, SULTENG – Salah satu tokoh penting yang berperan dalam film dokumenter berjudul Guru Tua dalam Kenangan, yang dirilis beberapa tahun lalu oleh PB (Pengurus Besar) Alkhairaat, yakni mantan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola.

Hal ini lantas memantik perhatian banyak kalangan. Apa hubungannya Longki Djanggola dalam film yang mengisahkan perjuangan sosok Guru Tua (Habib Sayed Idrus Bin Salim Aljufri) tentang pendidikan Alkhairaat dan dakwah islam tersebut?

Dari penelusuran dan catatan media ini, ternyata Longki Djanggola merupakan keturunan dari Raja Djanggola, salah satu Raja Palu. Guru Tua dan Raja Djanggola, memiliki histori yang tidak boleh dilupakan. Terutama oleh generasi Alkhairaat di manapun berada.

Betapa tidak, berkat restu dan jaminan yang diberikan oleh Raja Djanggola ke Pemerintahan Kolonial Belanda kala itu, akhirnya Guru Tua bisa mengajar dan membuka Perguruan Islam Alkhairaat di Lembah Palu.

Begitu Raja Djanggola mengetahui aktivitas yang dilakukan oleh Guru Tua semata-mata untuk pendidikan dan dakwah agama islam, ia kemudian meyakinkan kolonial Belanda, bahwa ajaran yang dibawa oleh Guru Tua, justru bermanfaat untuk masyarakat.

Alhasil, misi yang dibawa oleh Guru Tua ini pun, diterima oleh masyarakat suku Kaili (penduduk asli Sulteng). Hingga kini, Alkhairaat yang berpusat di Kota Palu ini, telah tersebar di sejumlah Daerah di Indonesia.

Nah, Longki Djanggola sendiri, berperan sebagai Raja Djanggola dalam film dokumenter tersebut. Sedangkan yang berperan sebagai Guru Tua, yakni Habib Ali Muhammad Aljufri, (Ketua Umum PB Alkhairaat), yang merupakan cucu Guru Tua.

Film Guru Tua dalam Kenangan ini sudah ditonton oleh banyak orang. Masyarakat bisa mengaksesnya di sejumlah Channel Youtube, tinggal klik Film Dokumenter Guru Tua dalam Kenangan. Dari film ini, setidaknya masyarakat akan mengetahui seperti apa dan bagaimana perjalanan Guru Tua berjuang untuk Alkhairaat.

Salah satu cucu Guru Tua, Sadiq Al-Habsyi, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, hubungan antara Guru Tua dan Raja Djanggola, memang cukup dekat. Pada intinya, Raja Djanggola saat itu, menyambut baik pengabdian Guru Tua untuk masyarakat di tanah Kaili.

“Benar, ada Pak Longki Djanggola di film dokumenter tersebut. Beliau berperan sebagai Raja Djanggola yang merupakan kakeknya sendiri. Film ini sering diputar oleh masyarakat. Tapi tidak ditayang pada tempat-tempat umum,” kata salah satu tokoh muda Alkhairaat ini, Ahad, (30/4/2023).

Sadiq berkata, kakek Longki Djanggola cukup berjasa membantu perjalanan Guru Tua dalam menyebarkan dakwah dan pendidikan Alkhairaat di Sulteng.

“Jadi, mengapa Guru Tua disambut oleh Raja Djanggola. Tak lain karena kehadiran Guru Tua untuk membuka sekolah dan dakwah. Jadi bukan untuk kekuasaan,” kunci Sadiq Al-Habsyi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *