SigiSulteng

Sudarto Lasaebo: Moderasi Beragama Kunci Kedamaian

×

Sudarto Lasaebo: Moderasi Beragama Kunci Kedamaian

Sebarkan artikel ini
Kolase: kawaltuntas.id

Kawaltuntas.id – Camat Kinovaro, Kabupaten Sigi, Sudarto Lasaebo, menegaskan moderasi beragama sebagai kunci untuk menciptakan kedamaian dan menjaga ketertiban masyarakat di wilayahnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengawalan program moderasi beragama yang dijadikan sebagai agenda strategis di tingkat kecamatan.

Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional yang telah diarusutamakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 serta diperkuat melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2023.

Menurut Sudarto, moderasi beragama bukan sekadar wacana, melainkan upaya konkret untuk membangun cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang moderat, toleran, serta seimbang (wasathiyah).

“Tujuan utamanya jelas, yaitu menciptakan kerukunan umat beragama, menjaga perdamaian sosial, serta mencegah masuknya paham ekstremisme yang bisa merusak persatuan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, terdapat empat indikator utama yang menjadi landasan dalam penerapan moderasi beragama. Pertama, komitmen kebangsaan, yakni menjunjung tinggi dan menerima sepenuhnya Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai dasar negara yang mutlak.

Kedua, sikap toleransi, yaitu membangun budaya saling menghargai perbedaan pendapat dan keyakinan, dengan menempatkan keberagaman sebagai kekuatan, bukan alasan perpecahan.

Ketiga, anti-kekerasan, yakni menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, yang dilakukan atas nama agama, serta menyelesaikan persoalan secara bijak dan damai.

Keempat, penerimaan terhadap tradisi lokal, yaitu bersikap terbuka dan ramah terhadap budaya serta kearifan lokal selama tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.

Dengan penerapan empat prinsip tersebut, ia berharap masyarakat Kecamatan Kinovaro dapat terus hidup rukun, aman, dan harmonis. (*)

 

Penulis: AL-JUFRI J RANGGA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *