BoalemoDaerah

Warga Bongo IV Minta Inspektorat Audit Pengelolaan BUMDes

×

Warga Bongo IV Minta Inspektorat Audit Pengelolaan BUMDes

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

Kawaltuntas.id – Masyarakat Desa Bongo IV, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, meminta Inspektorat Daerah melakukan audit terhadap pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bongo IV.

Permintaan itu disampaikan menyusul dugaan ketidakjelasan kepengurusan serta laporan keuangan BUMDes sejak 2023 hingga 2026.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, hingga saat ini masyarakat belum pernah menerima laporan realisasi keuangan BUMDes secara resmi.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan warga terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha desa.

“Kami atas nama masyarakat Desa Bongo IV memohon bantuan Inspektorat untuk menindaklanjuti ketidakjelasan kepengurusan BUMDes dari tahun 2023 sampai sekarang. Kami berharap dilakukan audit kembali,” ujarnya.

Menurut dia, informasi yang diperoleh masyarakat dari sopir operasional BUMDes menyebutkan adanya setoran harian kepada Ketua BUMDes dengan kisaran Rp100.000 hingga Rp200.000 per hari.

Dengan jumlah tersebut, lanjutnya, seharusnya terdapat pendapatan bulanan yang cukup signifikan.

“Kalau dikalkulasikan secara sederhana, setoran Rp100.000 per hari dalam satu bulan bisa mencapai sekitar Rp3.000.000. Namun dalam rapat pertemuan, Ketua BUMDes menyampaikan bahwa laporan realisasi keuangan selama satu tahun hanya sebesar Rp500.000. Angka ini menurut kami tidak masuk akal,” katanya.

Ia menilai kondisi tersebut patut menjadi perhatian aparat pengawas internal pemerintah agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Masyarakat berharap audit dapat segera dilakukan guna memastikan pengelolaan BUMDes berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Inspektorat Daerah Kabupaten Boalemo belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan masyarakat Desa Bongo IV tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *